Deskripsi
Allah mencela mereka yang tidak memperhatikan Al-Qur'an:
"Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur'an?" (An-Nisa: 82, Muhammad: 24),
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan itu (Al-Qur'an)?" (Al-Mu’minun: 68).
Hal ini disebutkan dalam empat ayat Al-Qur'an sebagai bukti akan pentingnya tadabbur (merenungkan) Al-Qur'an dan tingginya kedudukan perenungan tersebut.
Sebab tadabbur adalah jalan untuk memahami makna-makna Al-Qur'an, mengambil pelajaran dari kisah-kisah dan peringatan-peringatannya, beradab dengan adab-adabnya, melaksanakan perintah-perintahnya, dan mengambil nasihat dari petuah-petuahnya.
Dari sinilah muncul risalah ini, yang saya tulis pertama-tama untuk diri saya sendiri, agar menjadi pendorong dalam mewujudkan tujuan mulia ini. Kemudian, saya tujukan kepada saudara-saudara saya sesama Muslim sebagai bentuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Dalam risalah ini, saya membahas sejumlah aspek penting yang berkaitan dengan tema yang mulia ini. Di antaranya adalah menjelaskan hakikatnya, kaitannya dengan beberapa makna yang serupa, serta menjelaskan rukun-rukunnya, jenis-jenisnya, syarat-syaratnya, dan penghalang-penghalangnya.
Saya tidak bertujuan untuk membahas secara mendalam, karena terkadang sebagian penjelasan cukup untuk orang yang cerdas tanpa harus memperpanjang kata-kata. Saya juga berusaha untuk menyertakan banyak ungkapan dari para ulama, agar pembaca dapat memahaminya dengan baik, dan hal ini akan lebih bermanfaat bagi mereka yang ingin menyampaikan pelajaran atau menulis tentang topik ini.
Saya memohon kepada Allah agar menjadikannya ikhlas semata-mata untuk wajah-Nya yang mulia, dan mendekatkan kepada ridha-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, dan seluruh sahabatnya.
Terjemah Oleh: Muhamad Abid Hadlori