Deskripsi
Alloh memulai surat ini dengan huruf-huruf muqoththo’ah untuk menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an yang disusun dari huruf-huruf yang biasa digunakan manusia, namun tak ada yang mampu menandinginya. Penjelasan ini menjadi pembuka untuk mengenalkan Al-Qur’an sebagai kitab yang sangat jelas, diturunkan dalam bahasa Arob agar mudah dipahami, dan mengandung kisah-kisah paling indah yang belum pernah diketahui oleh Nabi ﷺ sebelumnya.
﴿الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ ١﴾
[1]. Alif Laaam Ro. Ayat-ayat yang dibacakan kepadamu ini adalah bagian dari Al-Kitab yang sangat jelas maknanya, hukum-hukumnya, dan berita-beritanya.
Setelah menyebutkan bahwa ini adalah kitab yang jelas, Alloh menjelaskan bahasa yang digunakan agar manusia mampu memahaminya secara mendalam.
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ٢﴾
[2]. Sesungguhnya Kami menurunkan kitab ini sebagai bacaan yang berbahasa Arob agar kalian—wahai kaum Quroisy—memahami makna-maknanya dan merenungkan petunjuk-petunjuknya.
Karena kitab ini diturunkan untuk memberi pemahaman, Alloh kemudian memberitahukan bahwa di dalamnya terdapat kisah paling indah yang akan diceritakan kepada Rosul-Nya.
﴿نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ ٣﴾
[3]. Kami menceritakan kepadamu—wahai Rosul—kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu. Sungguh sebelum Kami mewahyukannya, engkau termasuk orang yang tidak mengetahui sedikit pun tentang berita-berita umat terdahulu ini.
Pembukaan kisah ini dimulai dengan penyebutan mimpi yang dialami oleh Yusuf saat beliau masih kecil sebagai awal dari segala peristiwa besar berikutnya.