Cover buku Malapetaka Mengikuti Primbon Jawa karya Nor Kandir
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:378 kali
Diunduh:121 kali

Malapetaka Mengikuti Primbon Jawa

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:91 halaman
Penulis:Nor Kandir

Deskripsi

Alloh ﷻ menciptakan manusia semata-mata untuk beribadah kepada-Nya dan mentauhidkan-Nya dalam segala urusan. Tauhid adalah pondasi utama yang menentukan keselamatan seorang hamba di dunia dan di Akhirat. Namun, musuh utama manusia yaitu syaithon tidak pernah berhenti berusaha merusak kemurnian Tauhid tersebut melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan menyusupkan keyakinan-keyakinan jahiliyyah ke dalam adat istiadat. Di tengah masyarakat kita, salah satu warisan masa lalu yang sangat kental dengan aroma kesyirikan dan ramalan adalah Primbon Jawa. Primbon bukan sekadar catatan harian atau kumpulan petuah, melainkan telah menjelma menjadi rujukan dalam menentukan nasib, hari baik, hingga kecocokan pasangan hidup. Hal ini sangat berbahaya karena telah merampas hak prerogatif Alloh ﷻ dalam mengetahui perkara ghoib.

Seorang Muslim yang mendasarkan langkah hidupnya pada hitungan Primbon berarti telah terjatuh ke dalam jurang ramalan yang diharomkan oleh Syari’at Islam. Padahal, Alloh ﷻ telah menegaskan dalam Al-Qur’an:

﴿وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا﴾

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isro: 36)

Nabi ﷺ juga telah memperingatkan dengan keras bagi siapa saja yang mendatangi peramal atau tukang tenung, yang mana prinsip kerja mereka sangat mirip dengan apa yang tertuang dalam kitab-kitab Primbon yang meramal masa depan. Beliau ﷺ bersabda:

«مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً»

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima Sholatnya selama 40 malam.” (HR. Muslim no. 2230)

Primbon membawa manusia pada sikap ketergantungan kepada makhluk dan benda-benda mati, serta hitungan matematis yang tidak memiliki landasan Syar’i maupun logika yang shohih. Ini adalah bentuk pengingkaran terhadap takdir Alloh ﷻ. Menggantungkan hati kepada selain Alloh ﷻ adalah inti dari kesyirikan yang akan menghancurkan kebahagiaan seorang hamba.

Buku ini hadir untuk membedah sisi gelap tersebut, membongkar unsur-unsur kesyirikan yang tersembunyi di balik kata adat, dan mengajak kaum Muslimin untuk kembali kepada kemurnian Tauhid. Sesungguhnya jalan menuju Jannah hanya bisa ditempuh dengan mengikuti Sunnah Nabi ﷺ dan menjauhi segala bentuk kemungkaran, termasuk praktik meramal nasib melalui Primbon.

Komentar

Tinggalkan Komentar