Deskripsi
Daftar Isi
Pasal Perkataan Ar-Rafidhi tentang Umar radhiyallahu 'anhu
Perkataan Umar radhiyallahu 'anhu saat Sakaratul Maut
Sikap Umar radhiyallahu 'anhu Ketika Sakit dan Wafatnya Rasulullah
Pasal Perkataan Ar-Rafidhi tentang Umar radhiyallahu 'anhu dan Perkataan tentang Sikapnya terhadap Fadak
Perkataan Ar-Rafidhi bahwa Umar Menggugurkan Hukum-Hukum Had Allah sehingga Tidak Menghukum Had Mughirah bin Syu'bah, dan Bantahan atasnya
Perkataan Ar-Rafidhi tentang Pemberian Umar kepada Istri-Istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
Pasal Bantahan atas Perkataan Ar-Rafidhi tentang Umar: Ia Mengubah Hukum Allah dalam Masalah Pengasingan
Pasal Perkataan Ar-Rafidhi bahwa Umar radhiyallahu 'anhu Memerintahkan Merajam Wanita Hamil
Pasal Perkataan Ar-Rafidhi bahwa Umar radhiyallahu 'anhu Memerintahkan Merajam Wanita Gila
Perkataan Para Ulama tentang Keutamaan-Keutamaan Umar radhiyallahu 'anhu
[Surat Umar tentang Peradilan kepada Abu Musa Al-Asy'ari]
[Pasal: Perkataan Ar-Rafidhi bahwa Umar radhiyallahu 'anhu Melarang Mahar yang Berlebihan]
[Pasal: Perkataan Ar-Rafidhi bahwa Umar radhiyallahu 'anhu Tidak Menghukum Qudamah dalam Kasus Khamr]
[Pasal: Perkataan Ar-Rafidhi tentang Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Ia Membuat Seorang Wanita Hamil Keguguran karena Ketakutan Kepadanya]
Bantahan terhadap ucapan orang Rafidhah bahwa Umar menggabungkan antara yang utama dan yang kurang utama
Bantahan terhadap ucapan orang Rafidhah bahwa Umar mencela setiap orang yang ia pilih untuk Syura
Bantahan terhadap ucapan orang Rafidhah tentang Umar yang kemudian mengurangi jumlah calon hingga menyerahkan pilihan kepada Abdurrahman bin Auf
Ucapan orang Rafidhah tentang apa yang terjadi dalam baiat Utsman radhiyallahu anhu
Bantahan terhadap ucapan orang Rafidhah bahwa Umar radhiyallahu anhu memerintahkan pembunuhan terhadap orang yang menentang keempat calon kemudian ketiga calon
[Pasal Perkataan Rafidhah tentang Utsman radhiyallahu 'anhu]
[Perkara-perkara yang Diingkari Rafidhah terhadap Utsman radhiyallahu 'anhu]
[Bantahan atas Pendapat Mereka bahwa Ali Melakukan Hal Itu Berdasarkan Nash, dan Penjelasan tentang Berlebihannya Rafidhah terhadap Ali dan Para Imam]
[Bantahan atas Klaim Rafidhah tentang Nash dan Kemaksuman Para Imam]
[Pasal: Kaidah Umum bahwa Tidak Ada Seorang pun yang Maksum Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam]
[Siksaan atas Dosa-Dosa di Akhirat Terhapus dengan Sekitar Sepuluh Sebab]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu mengangkat Al-Walid bin Uqbah hingga tampak darinya perbuatan minum khamar dan ia mengimami shalat orang-orang dalam keadaan mabuk]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu mengangkat Sa'id bin Al-Ash hingga tampak darinya sesuatu yang menyebabkan penduduk Kufah mengusirnya]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu mengangkat Ibnu Abi Sarh sebagai penguasa Mesir hingga penduduknya mengadukan kezaliman darinya]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu memerintahkan pembunuhan Muhammad bin Abi Bakar]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu mengangkat Mu'awiyah sebagai penguasa Syam sehingga ia menimbulkan fitnah-fitnah yang ditimbulkannya]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman mengangkat Abdullah bin Amir sebagai penguasa Bashrah hingga ia melakukan berbagai kemungkaran]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman mengangkat Marwan mengurus segala urusannya dan menyerahkan kendali segala perkaranya kepadanya]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman radhiyallahu 'anhu selalu mengutamakan keluarganya dengan harta yang banyak]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Ibnu Mas'ud mencela Utsman dan mengkafirkannya radhiyallahu 'anhuma]
[Bantahan terhadap perkataan Ar-Rafidhi bahwa Utsman memutuskan untuk mencambuk Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhuma hingga wafat]
[Bantahan terhadap hadis palsu yang disebutkan oleh Ar-Rafidhi mengenai Ammar radhiyallahu 'anhu]
[Bantahan terhadap tuduhan Ar-Rafidhi bahwa Rasulullah mengusir Al-Hakam dan putranya dari Madinah, kemudian Utsman mengembalikan dan memuliakan keduanya]
[Bantahan terhadap Klaim Rafidhah bahwa Utsman Menyia-nyiakan Hukum-hukum Allah]
[Bantahan terhadap Perkataan Rafidhah bahwa Utsman Menambahkan Adzan Kedua pada Hari Jumat]
[Bantahan terhadap Klaim Rafidhah bahwa Seluruh Kaum Muslimin Menentang Utsman hingga Ia Terbunuh]
[Bantahan terhadap klaim Rafidhi bahwa Asy-Syahrastani termasuk orang paling keras memusuhi kaum Imamiyah]
[Bantahan terhadap klaim Rafidhi tentang perselisihan yang terjadi pada saat sakitnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam]
[Bantahan terhadap klaim Rafidhi tentang perselisihan dalam pengiriman pasukan Usamah]
[Bantahan terhadap perkataan Rafidhi tentang sikap Umar saat wafatnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam]
[Rafidhi berkata: Perselisihan keempat adalah dalam masalah kepemimpinan (Imamah)]
[Perkataan Ar-Rafidhi, Perselisihan Kelima: Tentang Fadak dan Warisan]
[Perkataan Ar-Rafidhi, Perselisihan Keenam: Tentang Memerangi Orang yang Menolak Membayar Zakat]
[Perkataan Ar-Rafidhi, Perselisihan Ketujuh: Tentang Penunjukan Abu Bakar terhadap Umar dalam Kekhalifahan]
[Perkataan Ar-Rafidhi, Perselisihan Kedelapan: Tentang Kepemimpinan Syura]
[Perkataan Ar-Rafidhi tentang Perselisihan Kesembilan yang Disebutkan oleh Asy-Syahrastani]
[Pasal Ketiga: Tentang Dalil-Dalil yang Menunjukkan Keimaman Ali radhiyallahu anhu Setelah Rasulullah]
[Bantahan atas premis kedua dari perkataan orang Rafidhi, yaitu perkataan mereka: jika mesti ada imam ma'shum, maka tidak ada yang ma'shum selain Ali]
[Pasal: perkataan orang Rafidhi mengenai segi kedua dari segi-segi kepemimpinan Ali, yaitu kewajiban adanya nash penunjukan bagi imam, dan bantahan atasnya]
Pasal: Perkataan orang Rafidhi tentang argumen ketiga dari argumen-argumen keimamahan Ali radhiyallahu anhu, bahwa imam harus menjadi penjaga syariat
Pasal: Perkataan orang Rafidhi tentang argumen keempat dari argumen-argumen keimamahan Ali radhiyallahu anhu, bahwa Allah Ta'ala Mahakuasa mengangkat seorang imam yang maksum
Pasal: Perkataan orang Rafidhi tentang argumen kelima dari argumen-argumen keimamahan Ali radhiyallahu anhu, bahwa imam harus lebih utama daripada rakyatnya