Deskripsi
Asy'ariyah (Asya'irah) merupakan golongan ahli kalam yang dinisbatkan kepada Abul Hasan al-Asy'ari, keturunan sahabat Abu Musa al-Asy'ari, yang pada masa mudanya dididik oleh ayah tirinya Abu Ali al-Jubba'i—salah seorang pembesar Mu'tazilah, kelompok yang menafikan sifat-sifat Allah dengan dalih penyucian dan yang bermula dari perpecahan Washil bin Atha' dari majelis al-Hasan al-Bashri, dengan seluruh kelompok Syiah dinilai berada di atas akidah Mu'tazilah; setelah sekitar empat puluh tahun mengikuti akidah tersebut dan sempat menjadi imam Mu'tazilah, Abul Hasan berselisih dengan pamannya mengenai kewajiban Allah berbuat maslahat bagi hamba, lalu keluar mencari kebenaran—layaknya perjalanan Salman al-Farisi—dan singgah pada akidah Kullabiyah ajaran Ibnu Kullab, yaitu metode membedakan sifat Allah menjadi sifat aqliyah yang ditetapkan dan sifat khabariyah yang ditakwilkan, yang kemudian populer dinisbatkan kepada namanya sebagai "Asy'ariyah" karena ketokohannya; pada akhirnya Abul Hasan rujuk kepada manhaj Salafush Shalih sebagaimana tertuang dalam kitab Al-Ibanah yang memuji Imam Ahmad bin Hanbal, meski klaim ini didustakan oleh sebagian pengikut Asy'ariyah masa kini yang tetap berpegang pada fase Kullabiyah tersebut dan diajarkan di berbagai universitas seperti Al-Azhar beserta cabang-cabangnya, sementara sejumlah tokoh besar Asya'irah lain—Imam al-Ghazali (penulis Iljamul Awwam 'an Ilmil Kalam), Imam al-Haramain, ayah Imam al-Haramain, ar-Razi, dan asy-Syahrastani—juga tercatat menyesal dan rujuk dari ideologi ilmu kalam tersebut di kemudian hari.