Deskripsi
Karena topik risalah ini berkaitan dengan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah — semoga Allah merahmatinya — dan sikapnya terhadap kaum Asy'ariyah, sementara Syaikhul Islam dalam sikapnya itu mewakili mazhab Salaf — semoga Allah merahmati mereka — maka menjadi penting untuk didahului dengan penjelasan tentang definisi Salaf: siapa mereka, apakah mereka memiliki nama-nama lain yang dikenal, dan bagaimana mereka membedakan diri dari aliran-aliran dan kelompok-kelompok lain? Kemudian perlu pula dijelaskan metode mereka dalam akidah serta betapa pentingnya metode ini bagi setiap muslim yang mencari kebenaran dan mengharapkan kemenangan berupa ridha Allah serta keselamatan dari azab-Nya di hari kiamat.
Persoalan berpegang teguh kepada mazhab Salaf bukanlah persoalan pilihan — siapa yang mau boleh mengikutinya dan siapa yang mau boleh menempuh jalan lain — melainkan persoalan yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah dan kepada apa yang dibawa oleh kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya, semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas beliau, serta mengikuti keduanya dalam perkataan dan perbuatan. Ini adalah hal yang tidak diperselisihkan oleh seorang pun yang mengaku berafiliasi kepada Islam.
Oleh karena itu, engkau dapati kelompok-kelompok yang menyimpang — meski berbeda-beda di antara mereka — masing-masing mengklaim bahwa mereka berjalan di atas apa yang ditempuh Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas beliau, dan para sahabatnya, berargumentasi atas pendapat-pendapat mereka dengan nash-nash, dan ketika menyebut tokoh-tokoh pendahulu mereka, mereka menempatkan Rasulullah, semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas beliau, serta para sahabatnya di lapisan pertama — namun demikian mereka tetap menyimpang dengan penyimpangan yang nyata: mereka bertentangan dengan nash-nash, terkadang menolak berargumentasi dengan sebagiannya, dan umumnya menolak pemahaman para sahabat terhadap nash-nash tersebut serta penafsiran mereka atasnya.
Oleh karena itu, seorang peneliti muslim harus bertolak dalam penelitiannya dari dua titik berangkat:
1. Pertama: Kepercayaan penuh kepada mazhab Salaf, Ahlus Sunnah wal Jama'ah, disertai keyakinan yang tidak pernah goyah sedikit pun dalam dirinya.
2. Kedua: Menentukan yang dimaksud dengan Salaf: siapa mereka dan apa metode mereka, sehingga ia dapat menempuh jalan mereka dengan penuh pemahaman dan tidak terombang-ambing di antara metode-metode lain.
Karena titik berangkat pertama merupakan hal yang tidak diperselisihkan oleh siapa pun meskipun secara garis besar, maka dalam pengantar ini kami memaparkan titik berangkat kedua melalui pembahasan-pembahasan berikut:
* Pembahasan Pertama: Definisi Salaf, Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dan Ahlul Hadits.
* Pembahasan Kedua: Siapa yang dimaksud dengan Salaf, dan bagaimana asal-usul penamaan Ahlus Sunnah wal Jama'ah?
* Pembahasan Ketiga: Metode Salaf, Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam akidah.