Cover buku Syarah Aqidah Thahawiyyah 02 karya Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:331 kali
Diunduh:102 kali

Syarah Aqidah Thahawiyyah 02

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:923 halaman
Penerbit:QantaraLit

Deskripsi

Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah (Jilid 2, bagian 21–50)


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [21]

  • Ayat-Ayat Mutasyabihat dalam Al-Qur'an dan Maksudnya

  • Kritik terhadap Takwil

  • Penyakit-Penyakit Hati yang Lahir dari Tasybih dan Ta'thil

  • Keselamatan dalam Berlepas Diri dari Dua Penyakit Tasybih dan Ta'thil

  • Menyucikan Allah dari Keserupaan dan Kesetaraan

  • Kewajiban Seorang Muslim kepada Rabbnya dalam Masalah Sifat-Sifat-Nya

  • Istilah-Istilah Ahli Ilmu Kalam dan Cara Menyikapinya

  • Penjelasan bahwa Ahlus Sunnah tidak membatasi (menghad) Allah

  • Penetapan sifat tangan (yad) dan semisalnya, serta penjelasan bahwa itu bukan anggota tubuh dan bukan perangkat

  • Dalil-dalil penetapan sifat wajah dan diri

  • Keselamatan ada pada meninggalkan istilah-istilah ahli kalam

  • Lafal "arah" (jihah) dan penunjukannya

  • Koreksi atas Pernyataan Pengarang, semoga Allah merahmatinya


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [22]

  • Agama Allah Yang Mahatinggi: Asal-usul dan Buahnya

  • Kemaksiatan sebagai Bukti Lemahnya Pengagungan Tuhan dalam Hati

  • Penetapan Sifat Ketinggian Allah Yang Mahatinggi atas Makhluk-Nya

  • Isra' dan Mi'raj serta Riwayat-riwayat yang Berkenaan Dengannya

  • Penetapan Isra' dan Mi'raj sebagai Bagian dari Akidah Ahlussunnah

  • Yang Benar adalah Masjid Ini Dibangun Sejak Dahulu Kala

  • Isra' dan Mi'raj Terjadi dengan Ruh dan Jasad Nabi shallallahu alaihi wa sallam

  • Dalil-dalil atas Terjadinya Mi'raj

  • Pendapat Para Ulama tentang Isra' dan Mi'raj

  • Hadits Isra' dan Mi'raj

  • Wajibnya Beriman kepada Isra' dan Mi'raj Tanpa Keberatan

  • Melihat Tuhannya pada Malam Mi'raj

  • Dalil bahwa Isra' terjadi dengan Jasad Nabi shallallahu alaihi wa sallam

  • Tafsir Ayat-ayat Surat An-Najm tentang Mi'raj

  • Kewajiban Beriman kepada Perkara-perkara Gaib semacam ini


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [23]

  • Telaga dan Dalil-dalilnya serta Kewajiban Beriman Kepadanya

  • Keluasan Telaga dan Sebagian Sifat-sifatnya

  • Tempat Telaga dan Waktu Mendatanginya

  • Sifat-sifat Telaga dan Siapa yang Berhak Mendatanginya


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [24]

  • Syafaat pada Hari Kiamat

  • Pembahasan Syafaat Agung

  • Penyampaian Penulis tentang Riwayat yang Memuat Syafaat Agung

  • Penjelasan Hadis Syafaat Agung

  • Apa yang Terjadi Setelah Keputusan Perkara

  • Penulis Menyebutkan Jenis-Jenis Syafaat Lainnya

  • Rincian Syafaat-Syafaat yang Dikhususkan bagi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

    • Syafaat Agung

    • Syafaat untuk Orang yang Kebaikan dan Keburukannya Setara

    • Syafaat untuk Orang yang Telah Layak Mendapat Azab

    • Syafaat untuk Ahli Surga agar Masuk ke Dalamnya

    • Syafaat untuk Orang yang Masuk Surga Tanpa Hisab

    • Syafaat di Surga — Inilah yang Diakui oleh Kaum Mu'tazilah

    • Syafaat untuk Meringankan Azab bagi Sebagian yang Layak Mendapatkannya

    • Uraian Tentang Syafaat yang Dikhususkan bagi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [25]

  • Pembahasan tentang Meminta Syafaat dan Tawasul

  • Larangan Meminta Syafaat kepada Makhluk di Dunia

  • Tidak Boleh Seseorang Bersumpah kepada Allah maupun dengan Selain Allah

  • Hadits tentang Memohon dengan Kedudukan Nabi adalah Hadits Palsu

  • Hak Para Hamba atas Allah adalah Kemurahan dan Kemuliaan dari-Nya, Bukan Kewajiban

  • Bantahan terhadap Mereka yang Berdalih dengan Hadits "Aku Memohon dengan Hak Orang-orang yang Memohon"

  • Tidak Boleh Bersumpah kepada Allah dengan Menyebut Nama Makhluk, Tidak Pula Bertawasul Dengannya

  • Hal-hal yang Boleh Dijadikan Sarana Tawasul

  • Pembahasan tentang Tawasul Umar dengan al-Abbas

  • Bantahan terhadap Syubhat Kaum Kuburi dalam Hadis Tawasul kepada Al-Abbas

  • Tawasul dengan Amal Saleh adalah Tawasul yang Disyariatkan

  • Syafaat Seluruhnya Milik Allah, Maka Jangan Diminta dari Selain-Nya


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [26]

  • Pembahasan Perjanjian yang Diambil dari Bani Adam sebagaimana Disebutkan dalam Surat Al-A'raf

  • Penyebutan Pendapat yang Menyatakan bahwa Keturunan Diambil dari Punggung Bani Adam

  • Fitrah Allah Ta'ala dalam Ciptaan-Nya dan Apa yang Memalingkannya

  • Menyebut Pendapat yang Mengatakan bahwa Keturunan Diambil dari Punggung Adam

  • Pengetahuan Allah tentang Orang yang Bahagia dan Celaka Tidak Berarti Meninggalkan Amal

  • Pembahasan Makna Perjanjian yang Diambil serta Penciptaan Ruh dan Jasad

  • Ayat Pengambilan Perjanjian Tidak Menunjukkan Pengambilan Keturunan dari Punggung Adam

  • Pensyarah Melemahkan Pendapat tentang Pengambilan Keturunan dari Punggung Adam dan Persaksiannya

  • Pengakuan terhadap Rububiyyah adalah Perkara Fitrah

  • Tegaknya Hujah dalam Tauhid Rububiyyah melalui Fitrah dan Akal

  • Tegaknya Hujah atas Manusia tentang Kewajiban Mengikuti Para Rasul sebagaimana Ditunjukkan Akal

  • Manusia Tidak Punya Uzur dalam Kekafirannya dengan Alasan Mengikuti Orang Tua, dan Wajib Baginya Menggunakan Akalnya

  • Kewajiban Mencari Kebenaran bagi Setiap Orang yang Berakal


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [27]

  • Penetapan Sifat Ilmu bagi Allah Ta'ala dan Takdir-Nya atas Perbuatan Para Makhluk

  • Keluasan Ilmu Allah tentang Segala Sesuatu

  • Penulisan Allah tentang Apa yang Diketahui-Nya dalam Lauh Mahfuzh

  • Macam-macam Takdir

  • Pengetahuan dan Penulisan Takdir Manusia: Bahagia dan Celaka Sejak dalam Kandungan

  • Segala Amal Dinilai dari Kesudahannya

  • Hendaknya Manusia Bersungguh-sungguh Meraih Husnul Khatimah

  • Pentingnya Mempelajari Akidah Secara Terperinci

  • Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta Semua yang Dibawanya: Secara Global dan Terperinci

  • Tampaknya Pengaruh Akidah pada Amal


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [28]

  • Takdir adalah Rahasia Allah Ta'ala pada Makhluk-Nya

  • Kaum Qadariyah dan Mu'tazilah Menyelisihi Hal Ini

  • Dia Tidak Ditanya tentang Apa yang Dia Perbuat

  • Menciptakan Kebaikan dan Keburukan adalah Bukti Kesempurnaan Kekuasaan, namun Keburukan Tidak Boleh Dinisbatkan kepada Allah

  • Mazhab Mu'tazilah tentang Perbuatan Hamba

  • Bantahan terhadap Mu'tazilah dalam Masalah Kehendak

  • Mu'tazilah adalah Majusi Umat Ini

  • Dua Kisah: Orang Majusi dan Arab Badui bersama Mu'tazilah


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [29]

  • Tingkatan-Tingkatan Qadar

  • Ilmu dan Penulisan

  • Iradah dan Penciptaan

  • Menyamakan antara Kehendak dan Cinta adalah Akar Kesesatan dalam Masalah Qadar

  • Perbedaan antara Masyiah dan Iradah

  • Qadariyyah dan Jabariyyah Hanya Menetapkan Iradah Kauniyyah

  • Mazhab Ahlul Haq dalam Penciptaan Perbuatan Hamba

  • Hikmah Allah dalam Penciptaan dan Kehendak-Nya terhadap Apa yang Dibenci dan Tidak Diridhai-Nya

  • Ujian bagi Kaum Mukminin dengan Berjihad Melawan Keburukan dan Membenci Pelakunya

  • Tampaknya Pengaruh Kesempurnaan Kekuasaan Allah Ta'ala

  • Tampaknya Pengaruh Nama-nama Hikmah dan Khabar

  • Apakah Keburukan yang Dikehendaki Allah karena Hikmah yang Ditimbulkannya Dicintai-Nya dari Sisi Tersebut?

  • Keburukan Berasal dari Ketiadaan Kebaikan, dan dari Sisi Ini Ia Adalah Keburukan—Bukan dari Sisi Keberadaannya Semata

  • Segala yang Allah Ciptakan adalah Kebaikan Relatif kepada-Nya

  • Penjelasan bahwa Penciptaan Keburukan Bukanlah Keburukan Relatif kepada Allah

  • Hikmah di Balik Takdir Keburukan dengan Menghinakan Orang-orang Munafik dari Keluar untuk Berjihad

  • Apakah Hamba Mencintai Keburukan dan Meridainya dari Sisi bahwa Ia Dikehendaki Allah dan Terjadi dengan Kehendak-Nya?

  • Syubhat Orang yang Berkata: "Jika Aku Melanggar Perintah Allah, Berarti Aku Telah Sesuai dengan Kehendak-Nya"

  • Seorang Hamba Harus Selalu Mengingat bahwa Dia Adalah Makhluk yang Dibebani Kewajiban dan Memiliki Kehendak

  • Apa yang Diridhai dari Qadha Allah dan Apa yang Tidak Diridhai

  • Kita Meridhai Qadha Allah dan Tidak Wajib Meridhai Setiap Maqdhiy

  • Berdalih dengan Qadar Tidak Menghalangi Pengambilan Hak

  • Mengambil Sebab-Sebab

  • Mengambil Sebab Tidak Bertentangan dengan Tawakal

  • Peringatan dari Bisikan Was-was dan Keraguan tentang Qadar


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [30]

  • Iman, Islam, Ihsan, dan Lawannya: Istilah-Istilah Syar'i

  • Iman kepada Ilmu Allah yang Azali

  • Tidak Ada Pertentangan antara Kemampuan Hamba dan Ilmu Allah yang Mendahului tentang Perbuatannya

  • Konsekuensi Logis yang Harus Diterima Kaum Qadariyah

  • Kaum Muktazilah Ekstrem Mengingkari Ilmu Allah yang Azali

  • Syubhat-Syubhat Kaum Qadariyah seputar Ilmu Allah yang Mendahului

  • Iman kepada Qadar dan Ilmu Azali Allah Termasuk Rukun Iman dan Pengakuan terhadap Rububiyah Allah

  • Hadis-Hadis yang Mencela Kaum Qadariyah

  • Iman kepada Sifat-sifat Allah Bergantung pada Iman kepada Takdir

  • Keserupaan Kaum Qadariyah dengan Majusi dalam Menetapkan Pencipta Selain Allah

  • Pokok-pokok yang Dituntut oleh Iman kepada Takdir yang Sesuai dengan Ilmu


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [31]

  • Ahlus Sunnah dalam Masalah Takdir: Jalan Tengah antara Qadariyah dan Jabariyah

  • Penyakit-penyakit Hati dalam Bab Takdir

  • Penyakit Hati Bersumber dari Syahwat atau Syubhat

  • Perintah Berpegang pada Jamaah adalah Berpegang pada Kebenaran, Bukan pada Jumlah Terbanyak

  • Perincian Penyakit-penyakit Hati

  • Sebab-Sebab Pencegahan Penyakit Hati

  • Gejala Penyakit Hati dan Pengobatannya

  • Pengobatan Penyakit Hati dengan Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya

  • Ayat-Ayat yang Menggambarkan Al-Qur'an sebagai Penyembuh

  • Al-Qur'an sebagai Penyembuh Penyakit Inderawi dan Maknawi yang Sulit Disembuhkan, dengan Syarat Iman


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [32]

  • Pembahasan tentang Arsy

  • Keagungan Arsy

  • Makna Arasy dalam Bahasa Arab

  • Arasy Berbeda dengan Kursi

  • Allah Tidak Membutuhkan Arasy dan Segala yang Ada di Bawahnya

  • Arasy di Atas Segala Makhluk, dan Allah Bersemayam di Atasnya serta Meliputi Segala Sesuatu


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [33]

  • Kewajiban Beriman kepada Sifat Al-'Uluw (Ketinggian) bagi Allah Ta'ala

  • Ihathah (Meliputi) Allah atas Segala Sesuatu Tidak Bertentangan dengan Sifat Fawqiyyah (Ketinggian)-Nya

  • Menyebutkan Dalil-Dalil tentang Penetapan Sifat Fawqiyyah bagi Allah Ta'ala

  • Bantahan terhadap Pengingkar Al-'Uluw

  • Menyebutkan Sebagian Dalil tentang Penetapan Sifat Al-'Uluw

  • Jawaban dengan Dalil-Dalil Rasional terhadap Orang-Orang yang Mengingkari Sifat Ketinggian Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Macam-Macam Dalil yang Menunjukkan Penetapan Sifat Ketinggian bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Penyebutan Keluhuran yang Disertai Kata "Dari"

  • Penyebutan Ketinggian Tanpa Kata "Dari"

  • Penyebutan secara Tegas tentang Naiknya Sesuatu kepada-Nya

  • Penyebutan secara Tegas tentang Mendaki kepada-Nya

  • Penyebutan secara Tegas tentang Diangkat-Nya Sebagian Makhluk kepada-Nya

  • Penyebutan secara Tegas tentang Ketinggian Mutlak

  • Penyebutan secara Tegas bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Berada di Langit

  • Penyebutan secara Tegas tentang Turunnya Sesuatu dari Sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Penyebutan secara Tegas bahwa Sebagian Makhluk Dikhususkan Berada di Sisi-Nya

  • Penyebutan Istiwa yang Disertai Kata "Atas"

  • Penyebutan secara Tegas tentang Mengangkat Tangan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Isyarat dengan Jari kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Penyebutan secara Tegas dengan Kata "Di Mana"

  • Nash-Nash yang Menunjukkan Penglihatan Orang-Orang Beriman kepada Tuhan Mereka


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [34]

  • Bantahan terhadap Orang yang Mengingkari Sifat Ketinggian Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Dalil-Dalil Akal atas Ketinggian Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Makna Firman Allah Ta'ala: "Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy"

  • Bantahan Akal terhadap Orang yang Mengingkari Sifat 'Uluw

  • Fitrah yang Lurus Menunjukkan Ketinggian Allah

  • Di Antara Dalil Ketinggian Allah: Mengangkat Tangan ke Arah Langit Saat Berdoa

  • Kebatilan Pendapat bahwa Langit adalah Kiblat Doa

  • Awal Kemunculan Kaum Pembid'ah yang Mengingkari Sifat Ketinggian Allah

  • Dampak dari Meyakini Sifat Ketinggian Allah Subhanahu wa Ta'ala


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [35]

  • Hakikat Al-Khullah dan Al-Mahabbah serta Perbedaan Keduanya

  • Makna Al-Khullah dan Al-Khalil

  • Kerancuan Pengingkaran Cinta antara Hamba dan Tuhannya, Beserta Bantahannya

  • Allah Berbicara kepada Musa dan Selainnya

  • Nabi Kita Muhammad 'Alaihish Shalaatu was Salam Mendapatkan Kedudukan Khullah dan Takliim seperti Ibrahim dan Musa

  • Makna Ucapan: "Sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada keluarga Ibrahim"

  • Sumber Akidah: Iman kepada yang Gaib

  • Keistimewaan-keistimewaan Keluarga Ibrahim 'Alaihis Salaam

  • Keutamaan Ibrahim Alaihissalam


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [36]

  • Hakikat Keimanan Para Filosof terhadap Rukun-Rukun Iman

  • Keimanan Para Filosof kepada Allah

  • Keimanan Para Filosof kepada Para Rasul

  • Keimanan Para Filosof kepada Kitab-Kitab

  • Keimanan Para Filosof kepada Malaikat

  • Keimanan Para Filosof kepada Hari Akhir

  • Pokok-Pokok Agama dan Rukun-Rukunnya Menurut Mu'tazilah

  • Tauhid Menurut Mu'tazilah

  • Keadilan Menurut Mu'tazilah

  • Al-Manzilah Bain Al-Manzilatain Menurut Mu'tazilah

  • Pelaksanaan Ancaman Hukuman Menurut Mu'tazilah

  • Amar Makruf Nahi Mungkar Menurut Mu'tazilah

  • Prinsip-Prinsip Agama Menurut Rafidhah

  • Keutamaan Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [37]

  • Keimanan kepada Malaikat dan Kandungannya

  • Hakikat Penciptaan Malaikat dan Penyebutan Nama-Nama Sebagian Mereka dalam Al-Qur'an dan Sunnah

  • Tugas-Tugas yang Diembankan kepada Para Malaikat oleh Allah

  • Sifat-Sifat Malaikat dalam Al-Qur'an

  • Perbandingan Keutamaan antara Manusia dan Malaikat

  • Dalil-Dalil Tentang Perbandingan Keutamaan antara Manusia dan Malaikat


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [38]

  • Pengkafiran karena Dosa

  • Dalil-Dalil yang Menunjukkan Bahaya Pengkafiran

  • Penyematan Nama Kufur atas Dosa-Dosa yang Tidak Mengeluarkan dari Agama

  • Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat

  • Bid'ah-Bid'ah yang Mengkafirkan dan yang Tidak Mengkafirkan

  • Akidah Murji'ah tentang Pelaku Dosa

  • Akidah Khawarij dan Mu'tazilah tentang Pelaku Dosa Besar

  • Akidah Ahlus Sunnah tentang Pelaku Dosa Besar

  • Hukum Orang yang Mengatakan Al-Qur'an adalah Makhluk

  • Faktor yang Mendorong Kaum Bid'ah Mengatakan Al-Qur'an adalah Makhluk

  • Apa yang Wajib Ditetapkan dari Penafian Sifat Kalam dari Allah Subhanahu wa Ta'ala

  • Hukum Mengkafirkan Seseorang Secara Spesifik

  • Penghalang-Penghalang dalam Mengkafirkan Seseorang Secara Spesifik

  • Hukum Melabelkan Kekufuran pada Suatu Perbuatan

  • Nama-Nama Syar'i dalam Agama dan Kaitannya dengan Akidah

  • Mazhab Ahlus Sunnah dalam Masalah Takfir, Tafsiq, dan Tabdi'

  • Hukum Orang yang Terus-menerus dalam Dosa

  • Alasan Syariat Menyebut Sebagian Dosa sebagai Kekafiran

  • Contoh-contoh Dalil yang Dibawa Para Ulama pada Pengertian Selain Kekafiran


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [39]

  • Bidah-bidah yang Mengkafirkan

  • Siapa yang Dihukumi Kafir dan Masuk Neraka

  • Pendapat-Pendapat yang Berbeda Mengenai Pelaku Dosa

  • Akidah Ahli Bid'ah Tentang Pelaku Dosa

  • Akidah Ahlus Sunnah Tentang Pelaku Dosa

  • Sebab Perselisihan dalam Hukum Pelaku Dosa

  • Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Persoalan Akidah

  • Berhukum dengan Selain yang Allah Turunkan dan Pembagian Pelakunya

  • Para Hakim yang Berhukum dengan Selain yang Allah Turunkan sambil Meyakini Hukum Mereka Lebih Baik dari Hukum Allah

  • Para Penguasa yang Tidak Berhukum dengan Apa yang Diturunkan Allah karena Hawa Nafsu

  • Mujtahid yang Keliru dalam Berhukum


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [40]

  • Keyakinan-Keyakinan yang Berbeda tentang Rasa Takut dan Harapan

  • Keyakinan Ahlu Bid'ah tentang Rasa Takut dan Harapan

  • Keyakinan Ahlus Sunnah tentang Rasa Takut dan Harapan

  • Keyakinan Seorang Muslim tentang Rasa Takut dan Harapan dalam Dirinya dan Orang Lain

  • Memadukan Rasa Takut dan Harapan

  • Hal-Hal yang Berkaitan dengan Rasa Takut

  • Tanda-Tanda Rasa Takut dan Harapan

  • Hakikat Harapan dan Hal-Hal yang Berkaitan Dengannya

  • Sebab-Sebab Rasa Takut

  • Sebab-Sebab Harapan


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [41]

  • Penghapus-Penghapus Dosa

  • Sebab-Sebab yang Menghapus Keburukan

    • Sebab Pertama: Taubat

    • Sebab Kedua: Istighfar

    • Sebab Ketiga: Amal Kebaikan

    • Sebab Keempat: Musibah yang Menimpa Manusia

    • Sebab Kelima: Apa yang Dihadiahkan kepada Orang yang Telah Meninggal

    • Sebab Ketujuh: Kepanikan Hari Kiamat

    • Sebab Kedelapan: Qishash (Pembalasan Antar Sesama)

    • Sebab Kesembilan: Syafaat Para Pemberi Syafaat

    • Sebab Kesepuluh: Rahmat dan Ampunan Allah kepada Hamba-Nya

    • Sebab Kesebelas: Masuk Neraka Sesuai Kadar Dosa


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [42]

  • Bahaya Merasa Aman dari Azab Allah dan Putus Asa dari Rahmat-Nya

  • Memadukan Rasa Takut dan Harapan

  • Membantah Mereka yang Mendominasikan Harapan

  • Membantah Mereka yang Mendominasikan Rasa Takut

  • Menghukumi Seseorang Berdasarkan Zahirnya, Bagian dari Aqidah Ahlus Sunnah

  • Menghukumi Ahli Maksiat Berbeda-beda Sesuai dengan Tingkatan Kemaksiatan Mereka

  • Ahlus Sunnah Mengharapkan bagi yang Berbuat Baik dan Mengkhawatirkan bagi yang Berdosa

  • Keluarnya Seorang Hamba dari Iman Ketika Mengingkari Salah Satu Rukun Iman

  • Definisi Iman Menurut Ahli Kiblat

  • Definisi Iman Secara Bahasa dan Istilah

  • Hukum-Hukum yang Timbul dari Terwujudnya Nama Iman

  • Definisi Iman Menurut Jumhur Ahli Sunnah dan Apa yang Dibangun di Atasnya

  • Definisi Iman Menurut Hanafiyah

  • Definisi Iman Menurut Karamiyah

  • Definisi Iman Menurut Jahmiyah dan Konsekuensinya

  • Penilaian Penulis Syarh bahwa Perbedaan antara Ahli Sunnah dan Abu Hanifah dalam Mendefinisikan Iman Hanyalah Perbedaan Lafzhi


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [43]

  • Ringkasan Akidah Ahlu Sunnah tentang Nama-nama Iman dan Agama serta Pendapat-pendapat yang Menyalahinya

  • Nabi Menjadikan Seluruh Amal sebagai Bagian dari Iman

  • Iman Tidak Terwujud dengan Ucapan Semata Tanpa Amal

  • Kalimat Laa Ilaaha Illallah dan Syarat-syaratnya

  • Perbedaan Kekuatan Iman Sesuai Kekuatan Keyakinan dan Banyaknya Amal

  • Ahli Iman yang Sesungguhnya dan Perbedaan Tingkatan Iman

  • Dalil-Dalil Akal dan Naql tentang Bertambahnya Iman

  • Pembenaran dalam Hati Itu Bertingkat-tingkat

  • Perbedaan antara Kata "Pembenaran" (tashdiq) dan "Iman" dalam Kaitannya dengan Kabar Gaib dan Kabar yang Disaksikan

  • Barangsiapa Menyempurnakan Sifat-sifat Iman, Sempurnalah Imannya


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [44]

  • Perbedaan Pendapat Ahlus Sunnah dan Hanafiyah tentang Bertambah dan Berkurangnya Iman

  • Penjelasan Dalil-Dalil Bertambah dan Berkurangnya Iman

  • Lemahnya Hadis-Hadis yang Menyatakan Iman Tidak Bertambah dan Tidak Berkurang

  • Dalil-Dalil Lain dari Hadis dan Perkataan Para Sahabat tentang Berkurangnya Iman

  • Dalil-Dalil Ini Menunjukkan Ketidaksamaan Tingkatan Iman

  • Perbedaan Tingkatan Iman dalam Hati

  • Hubungan antara Iman dan Amal Saleh ketika Disandingkan

  • Jawaban atas Dalil Hanafiyah tentang Penyandaran Amal kepada Iman


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [45]

  • Penjelasan bahwa Amal Termasuk Iman dan bahwa Iman Itu Bertambah dan Berkurang

  • Membantah Syubhat Orang-orang yang Berpendapat bahwa Amal Bukan Bagian dari Iman

  • Meyakini Bertambah dan Berkurangnya Iman adalah Pendorong untuk Memperbanyak Ketaatan

  • Dalil-dalil bahwa Amal Termasuk dalam Pengertian Iman

  • Makna Istilah-istilah Syariat

  • Makna Birr (Kebaikan) dalam Bahasa dan Syariat

  • Demikian pula yang Dikatakan tentang Istilah-istilah Syar'i Lainnya

  • Perbedaan antara Islam, Iman, dan Ihsan

  • Islam dan Maknanya

  • Akidah dan Pengaruhnya pada Amal

  • Pengaruh Ihsan dalam Kualitas Amal

  • Aspek Umum dan Khusus antara Islam, Iman, dan Ihsan

  • Perbedaan Pendapat Manusia tentang Makna Islam

  • Penggunaan Kata Islam yang Mencakup Iman

  • Keterlaziman antara Islam dan Iman

  • Saling Melazimi antara Islam dan Iman, dan Sebaliknya

  • Berkumpul dan Terpisahnya Islam dan Iman

  • Berkumpul dan Berpisahnya Kufur, Syirik, Nifak, dan Maksiat

  • Penjelasan Ayat Al-Hujurat tentang Perbedaan Islam dan Iman

  • Gugurnya Klaim Sinonimitas antara Islam dan Iman

  • Penolakan atas Penggunaan Ayat Adz-Dzariyat sebagai Dalil Sinonimitas Iman dan Islam

  • Syubhat-Syubhat dari Kalangan Hanafiah tentang Pengecualian Amal dari Iman Tidak Dinukil dari Imam Abu Hanifah


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [46]

  • Pentingnya Mempelajari Akidah

  • Pengecualian dalam Iman

  • Pendapat yang Mewajibkan Pengecualian dalam Iman

  • Pendapat tentang Bolehnya Pengecualian dalam Iman dan Tidak Wajibnya

  • Pendapat tentang Haramnya Pengecualian dalam Iman


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [47]

  • Iman Mencakup Perbuatan dan Meninggalkan Larangan

  • Bolehnya Pengecualian dalam Iman Jika Bukan Karena Keraguan

  • Penerimaan Segala yang Sahih dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Berupa Syariat dan Penjelasan

  • Sikap Seorang Mukmin terhadap Dalil-Dalil Sami'iyyah (Dalil Naql)

  • Sikap Kaum Mubtadi'ah (Penganut Bid'ah) terhadap Dalil-Dalil Sami'iyyah

  • Metode Ahlus Sunnah dalam Berinteraksi dengan Nash

  • Sebagian Dalil yang Menunjukkan Diterimanya Khabar Ahad


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [48]

  • Sandaran Ahlus Sunnah dalam Akidah pada Al-Qur'an dan Sunnah, serta Penentangan Kelompok Lain Terhadap Mereka

  • Kaum Mubtadi'ah Membagi Ayat dan Hadits Menjadi Beberapa Bagian untuk Menentangnya

  • Pembelaan Ahlus Sunnah terhadap Hadits

  • Keahlian Ahli Hadits dalam Hadits

  • Penjelasan Ahli Hadits tentang Hadits-Hadits Lemah

  • Penjelasan Ahli Hadits tentang Perawi-Perawi Lemah dan yang Ditinggalkan

  • Penggunaan Kaum Mu'aththilah terhadap Ayat "Laisa Kamitslihi Syai'un" untuk Penolakan

  • Pemalsuan Teks-teks Sifat dan Penamaannya sebagai Takwil

  • Bidah Tafwidh dalam Masalah Sifat

  • Golongan yang Menjadikan Pendapat Para Pemimpin dan Ulama Mereka sebagai Sandaran

  • Riwayat yang Sahih Tidak Bertentangan dengan Akal yang Jernih

  • Karunia Allah atas Penduduk Jazirah Arab dengan Akidah Salafiyah

  • Kekeliruan Para Ahli Bidah dalam Berdalil dengan Teks-teks

  • Ahli Hawa Nafsu Menimbang Teks-teks dengan Akal Mereka yang Guncang

  • Ahli Hawa Nafsu Melakukan Takwil terhadap yang Tidak Jelas dan Menolak yang Jelas

  • Perbedaan Kekuatan Iman dalam Hati


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [49]

  • Seluruh Orang Beriman Adalah Wali-Wali Ar-Rahman

  • Wali-Wali Allah Adalah Mereka yang Beriman dan Selalu Bertakwa

  • Berlebihan Kaum Sufi dalam Mengagungkan Para Wali

  • Penyimpangan Sebagian Kaum Sufi dalam Menghalalkan yang Haram

  • Permainan Setan terhadap Kaum Sufi dan Gugurnya Kewajiban dari Mereka

  • Kewalian Allah Diraih dengan Iman dan Takwa

  • Keyakinan Kaum Sufi tentang Kebutuhan Allah kepada Wali

  • Tingkatan Orang-Orang Beriman dalam Kewalian

  • Orang yang Paling Sempurna Kewaliannya adalah yang Paling Sempurna Imannya

  • Kewalian yang Sempurna dan Kewalian yang Kurang

  • Yang Kaya Bersyukur dan Yang Miskin Bersabar: Manakah yang Lebih Utama?

  • Keutamaan Manusia di Sisi Allah Hanyalah dengan Takwa

  • Keutamaan Tidak Kembali kepada Hakikat Kekayaan dan Kemiskinan, Melainkan kepada Takwa yang Menyertainya


Syarah Al-'Aqidah At-Thahawiyyah [50]

  • Rukun-Rukun Iman

  • Buah Iman

  • Rahasia Membaca Dua Surat Keikhlasan dan Dua Ayat Islam serta Iman pada Sunnah Fajar

  • Buah Iman kepada Para Rasul dan Hari Akhir

  • Buah Iman kepada Takdir dan Konsekuensinya

Komentar

Tinggalkan Komentar