Cover buku Syiah Iran - Aqidahnya dan Politiknya dari Zaman ke Zaman karya Nor Kandir
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:634 kali
Diunduh:162 kali

Syiah Iran - Aqidahnya dan Politiknya dari Zaman ke Zaman

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:117 halaman
Penulis:Nor Kandir

Deskripsi

Sesungguhnya mengenal sejarah dan aqidah kelompok yang menyimpang merupakan bagian dari upaya menjaga kemurnian Agama Islam dari noda syirik dan bid’ah. Di antara fitnah besar yang menimpa umat ini adalah munculnya paham Syiah yang bermula dari benih-benih fitnah yang ditanam oleh musuh-musuh Islam untuk memecah belah persatuan kaum Muslimin dari dalam. Alloh ﷻ telah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa berpegang teguh pada tali Agama-Nya dan tidak berpecah belah sebagaimana firman-Nya:

﴿وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا﴾

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Alloh seraya berjamaah, dan janganlah kamu berpecah belah.” (QS. Ali Imron: 103)

Penyimpangan aqidah yang terjadi pada kelompok Syiah, khususnya di negeri Iran, bukan sekadar perselisihan politik belaka, melainkan telah menyentuh akar keyakinan yang mendasar dalam Islam, seperti kedudukan Shohabat, kemurnian Al-Qur’an, dan pengagungan yang berlebihan kepada para imam hingga derajat ketuhanan. Hal ini sesuai dengan peringatan Nabi ﷺ tentang akan adanya perpecahan dalam umat ini menjadi 73 golongan, di mana semuanya di dalam Naar (Neraka) kecuali satu, yaitu Al-Jama’ah. Beliau ﷺ bersabda:

«وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ: ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ»

“Dan sesungguhnya millah (agama) ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 golongan di dalam Naar, dan satu golongan di dalam Jannah, yaitu Al-Jama’ah.” (HHR. Abu Dawud no. 4597)

Buku ini disusun untuk menyingkap tabir sejarah Syiah di Iran, mulai dari akar kemunculannya, perkembangan politiknya dari masa ke masa, hingga kesesatan aqidah yang mereka usung. Tujuannya agar setiap Muslim memiliki kewaspadaan dan bashiroh (ilmu yang nyata) dalam menghadapi gelombang penyebaran paham ini yang kian masif di berbagai belahan dunia. Alloh ﷻ berfirman:

﴿قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي﴾

“Katakanlah: ‘Inilah jalanku, aku menyeru kepada Alloh di atas bashiroh, aku dan orang-orang yang mengikutiku.” (QS. Yusuf: 108)

Dengan memahami sejarah kelam dan aqidah yang rusak tersebut, diharapkan umat Islam dapat kembali kepada pemahaman Salafus Sholih yang murni, menjunjung tinggi kemuliaan para Shohabat Nabi ﷺ, dan menjaga stabilitas negeri-negeri Muslim dari campur tangan politik yang berlandaskan dendam sejarah dan kesesatan keyakinan. Sesungguhnya hanya kepada Alloh ﷻ kita memohon pertolongan dan hidayah agar tetap kokoh di atas jalan yang lurus.

Komentar

Tinggalkan Komentar