Deskripsi
Guru yang Mengajar dengan Kehidupannya
"Beliau tidak pernah sekadar berbicara, kecuali beliau telah lebih dahulu mengamalkannya."
Kalimat inilah yang paling menggambarkan sosok Sheikhuna di mata para murid beliau. Apa yang beliau nasihatkan, itulah yang terlebih dahulu tampak pada amal, akhlak, dan keseharian beliau. Seakan-akan lisan beliau hanya menyampaikan apa yang telah hidup dalam dirinya.
Sikap seperti ini mengingatkan kami kepada firman Allah Ta'ala:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴾
"Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan." (QS. Ash-Shaff: 2–3)
Dan Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
"Barang siapa mengajak kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." (HR. Muslim)
Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai biografi lengkap, melainkan kumpulan beberapa kisah, kenangan, dan keteladanan yang membekas di hati para murid terkhususnya dari sudut pandang penulis. Sebuah upaya sederhana untuk mengabadikan pelajaran-pelajaran hidup yang kami lihat langsung dari sosok beliau, agar manfaatnya terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi setelah kami.