Cover buku 3 Hal yang Akan Selalu Dirasakan Oleh Pecinta Dunia karya Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany
Diupload Oleh:admin
Tanggal Upload:
Dilihat:26 kali
Diunduh:11 kali

3 Hal yang Akan Selalu Dirasakan Oleh Pecinta Dunia

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:18 halaman

Deskripsi

Dunia sering kali menjanjikan kebahagiaan melalui harta, jabatan, popularitas, dan berbagai kenikmatan. Namun tidak sedikit orang yang telah memperoleh banyak hal justru merasa semakin gelisah dan tidak pernah puas. Masalahnya bukan semata-mata terletak pada apa yang dimiliki, melainkan pada hati yang terus-menerus menggantungkan diri kepada dunia tanpa mengenal batas kepuasan.

Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

"Pecinta dunia tidak akan lepas dari tiga hal: kegelisahan yang terus-menerus, kelelahan yang tiada henti, dan penyesalan yang tidak pernah berakhir. Hal itu karena setiap kali ia mendapatkan sesuatu dari dunia, jiwanya akan selalu menginginkan yang lebih darinya." (Ighatsatul Lahfan 1/58)

1. Gelisah yang Terus-Menerus

Orang yang hatinya terlalu terpaut dengan dunia akan selalu dibayangi kegelisahan. Ketika belum memiliki sesuatu, ia gelisah karena ingin mendapatkannya. Ketika telah memilikinya, ia khawatir kehilangan. Ketika orang lain memperoleh lebih banyak, ia merasa tertinggal. Akhirnya pikirannya terus disibukkan dengan apa yang belum dimiliki, hingga lupa mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan.

  • Padahal ketenangan bukanlah tentang memiliki segala sesuatu yang diinginkan, melainkan tentang hati yang mampu menerima pemberian Allah dengan rasa syukur dan tidak menggantungkan kebahagiaannya semata-mata pada dunia.

2. Kelelahan yang Tiada Henti

Keinginan terhadap dunia tidak selalu berhenti ketika seseorang telah mencapai apa yang dicita-citakannya. Justru satu keinginan sering kali melahirkan keinginan yang lain. Setelah memperoleh harta, ia ingin mendapatkan lebih banyak. Setelah mencapai kedudukan tertentu, ia ingin kedudukan yang lebih tinggi. Setelah mendapatkan pujian, ia ingin semakin dikenal. Ia terus berlari mengejar dunia, tetapi tidak pernah merasa benar-benar sampai.

  • Bukan berarti mencari nafkah, bekerja keras, atau upaya meraih kehidupan yang baik itu tercela.

  • Yang tercela adalah ketika mengejar dunia melalaikan seseorang dari kewajiban kepada Allah dan menjadikan dunia sebagai tujuan terbesar dalam hidupnya.

3. Penyesalan yang Tidak Pernah Berakhir

Orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama berisiko menghabiskan umur untuk sesuatu yang tidak akan dibawanya ke alam kubur. Ketika waktu berlalu, kekuatan melemah, dan kesempatan semakin sedikit, ia mungkin baru menyadari betapa banyak waktu yang dihabiskan untuk mengejar dunia, sementara bekal akhirat justru diabaikan.

Allah berfirman:

"Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Ali 'Imran: 185)

Dunia akan ditinggalkan, tetapi amal akan dipertanggungjawabkan. Harta yang dahulu dibanggakan tidak akan ikut masuk ke liang kubur, sedangkan amal saleh akan menjadi bekal ketika manusia berdiri di hadapan Rabb-nya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Ada tiga perkara yang akan mengantarkan mayit (ke kuburannya). Dua di antaranya akan kembali dan yang satu akan tinggal bersamanya. Tiga perkara yang mengantarkan mayit tersebut adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali pulang, sementara amalnya akan tetap tinggal bersamanya." (HR. Al-Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960)

Komentar

Tinggalkan Komentar