Cover buku Ajaran Islam - antara Sikap Berlebihan dan Sikap Meremehkan karya Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin
Diupload Oleh:admin
Tanggal Upload:
Dilihat:142 kali
Diunduh:32 kali

Ajaran Islam - antara Sikap Berlebihan dan Sikap Meremehkan

Kategori:
Tahun Terbit:2022
Jumlah Halaman:81 halaman
Penerjemah:Ahmad Zainuddin Al Banjary
Penyunting:Muhammad bin Hamd Al Muni’

Deskripsi

Saya telah menyampaikan di beberapa masjid sebuah ceramah sederhana ringkas yang berkenaan dengan "Tercelanya Sikap Ifrath dan Tafrith", di dalam ceramah itu saya menyinggung beberapa masalah aqidah, agama, ibadah, hal-hal yang tidak dikerjakan, masalah niat dan mu'amalah serta yang lainnya. Dan saya telah sebutkan dalam masalah ini manusia terbagi menjadi tiga; dua bagian saling bertentangan dan satu bagian pertengahan.

Salah satu dari dua golongan: meremehkan, memudah-mudahkan dan ia belum mengerjakan kewajiban yang menggugurkan dengannya akan tanggung jawabnya atau orang yang mempunyai akal yang sehat akan memuji dengannya, maka orang seperti ini tercela karena peremehannya dan kadang-kadang ibadahnya tidak mencukupinya.

Dan golongan yang kedua: terlalu berlebih-lebihan dan memberatkan dirinya dengan sesuatu yang tidak diperintahkan, bahkan ia menambahkan dari batas kewajaran yang akhirnya merusaknya atau terlepas dari maksudnya. Dan tidak diragukan lagi bahwa hal ini adalah tercela karena ia telah menyulitkan, menempuh rintangan dan menghancurkan dirinya sendiri dengan perbuatan yang tidak pernah ada di dalam syari'at dan dalil, bisa menjauhkan dari ibadah dan menjadikannya hampir seperti hukuman-hukuman yang tidak bisa dikerjakan kecuali dengan rasa berat dan susah.

Sedangkan yang pertengahan adalah agama Allah yang mudah dan gampang, yang tidak rusak dengannya sebuah ibadah dengan meninggalkan sebuah rukun ataupun kewajiban dan tidak berkurang pahalanya dengan meninggalkan sunnahnya atau mengerjakan sesuatu yang makruh serta tidak memberatkan pada diri dan terdapat di dalamnya kebosanan dan perasaan terganggu.

Kemudian sebagian yang hadir merekamnya dan mentranskipnya, dan diajukan kepada saya untuk disebarkan seperti aslinya dan saya tidak keberatan atas permintaan tersebut. Dan saya mohon maaf atas kerancuan beberapa tata bahasa dan kekurangan di dalam penyampaian. Ini adalah tanda bahwa kekurangan adalah sifat manusia, berapa banyak saya siapkan dalil atau makna tapi hilang dari saya ketika penyampaian, dan berapa banyak saya sebutkan hikmah dan dalil yang belum masyhur, inilah ilmu yang saya dapatkan dan Allah Maha Pemaaf dan Pengampun. Dan semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan para kerabat beliau serta para shahabatnya.

Komentar

Tinggalkan Komentar