Deskripsi
Buku ini merupakan risalah singkat yang membahas hakikat fitnah (ujian/cobaan yang menggoyahkan agama seseorang), jenis-jenisnya, bahaya-bahayanya, serta cara berlindung dan selamat darinya.
Nikmat Teguh di Atas Agama
Tidak ada nikmat yang sempurna kecuali dengan agama, dan keteguhan di atasnya adalah perkara yang sangat berat. Hadis riwayat At-Tirmidzi tentang doa Nabi ﷺ yang senantiasa memohon agar hatinya diteguhkan di atas agama, meski beliau telah dijamin keimanannya — menunjukkan bahwa hati manusia mudah berbolak-balik. Setan pun senantiasa mengintai di setiap jalan untuk merusak agama manusia, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim tentang pasukan Iblis yang menyebarkan fitnah.
Hakikat dan Banyaknya Fitnah
Fitnah digambarkan sebagai penyaring hati yang menampakkan kejujuran atau keraguan di dalamnya (HR. Muslim, tentang hati yang diberi titik hitam atau putih). Fitnah itu sangat banyak — digambarkan Nabi ﷺ seperti "potongan malam yang gelap gulita" dan akan memasuki setiap rumah "seperti tempat jatuhnya tetesan hujan." Semakin jauh dari masa kenabian, fitnah akan semakin tampak, dan akan terus silih berganti mendatangi seorang hamba hingga kematiannya.
Jenis-Jenis Fitnah yang Dibahas
Berbagai bentuk fitnah secara sistematis:
Fitnah syirik — fitnah paling besar, termasuk menyangka doa kepada orang mati didengar, atau menganggap syirik tidak membatalkan amal
Fitnah bergantung kepada makhluk — lemahnya tawakkul kepada Allah
Meninggalkan agama saat kesulitan — beribadah "di tepi", mudah berbalik ketika ditimpa ujian
Fitnah makhluk satu sama lain — manusia saling diuji (ulama-orang bodoh, kaya-miskin, dst.), mengutip penjelasan Ibnul Qayyim rahimahullah
Perpecahan dan perselisihan — termasuk saling menjauhi dan membenci sesama muslim, dikutip dari perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Banyaknya pembunuhan (al-harj) di akhir zaman
Fitnah harta — baik kekayaan maupun kemiskinan, termasuk mengumpulkan harta tanpa peduli halal-haram
Bunga kehidupan dunia — gemerlap industri dan bangunan yang bisa melalaikan
Fitnah wanita — disebut sebagai fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki (HR. Bukhari-Muslim), dengan solusi berupa menundukkan pandangan, menikah, dan menjaga hijab
Fitnah anak-anak — termasuk lalai mendidik mereka di atas agama
Fitnah Dajjal — dijelaskan ciri-cirinya dan tanda-tanda kemunculannya kelak
Jalan Keselamatan dari Fitnah
Solusi praktis:
Doa dan perlindungan kepada Allah — Nabi ﷺ mengajarkan doa berlindung dari fitnah yang tampak maupun tersembunyi, bahkan dalam setiap tasyahhud shalat
Menjauh dari fitnah — mengutip hadis bahwa "orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri" saat terjadi fitnah, dengan penjelasan Ibnu Hajar al-Asqalani
Ilmu syar'i sebagai benteng kokoh yang menolak syahwat dan syubhat
Shalat berjamaah sebagai pencegah perbuatan keji dan mungkar
Pergaulan yang shalih — teman baik mendekatkan pada kebaikan
Peran da'i saat fitnah — dakwah pada masa fitnah pahalanya besar, disamakan dengan hijrah kepada Nabi ﷺ