Deskripsi
Ilmu agama merupakan jalan utama menuju keselamatan di dunia dan Akhiroh. Dalam menuntut ilmu, bahasa Arob adalah kunci penting untuk memahami Al-Qur’an dan Sunnah, sebab Alloh ﷻ menurunkan wahyu-Nya dalam bahasa Arob yang jelas. Namun, terjadi pemahaman yang keliru di tengah sebagian kalangan, termasuk sebagian tokoh ormas, yang terbuai oleh keahlian tata bahasa, balaghoh, atau kaidah keilmuan lisan semata. Mereka merasa sok pintar dan jago bahasa, lalu berani merendahkan ulama Salaf serta mengesampingkan pemahaman para Shohabat rodhiyallahu ‘anhum. Padahal, sekadar menguasai bahasa Arob tidaklah cukup untuk memahami agama ini secara benar. Agama Islam harus dipahami dengan manhaj Shohabat rodhiyallahu ‘anhum, yaitu para generasi terbaik yang menyaksikan turunnya wahyu dan menerima pengajaran langsung dari Rosululloh ﷺ. Mengandalkan bahasa Arob tanpa mengaitkannya dengan pemahaman para pahlawan iman ini hanya akan melahirkan pemikiran yang menyimpang, akal-akalan takwil, serta sikap merasa lebih pandai dari para Tabi’in dan imam-imam mazhab. Penafsiran ayat Al-Qur’an serta matan Hadits Rosululloh ﷺ tidak boleh dilepaskan dari konteks historis, asbabun nuzul, asbaburul wurud, serta pengamalan nyata para Shohabat rodhiyallahu ‘anhum. Buku ini disusun sebagai penjelasan ilmiah berbasis dalil-dalil shohih untuk meluruskan kekeliruan tersebut, menegaskan urgensi bahasa Arob sekaligus membatasi perannya agar tidak dijadikan alat untuk menyimpang dari pemahaman para Salafush Sholih. Buku ini terbagi menjadi beberapa bab yang mengupas hakikat bahasa Arob, kewajiban mengikuti manhaj Shohabat rodhiyallahu ‘anhum, hingga bahaya menyimpang dari pemahaman mereka.