Cover buku Buku Mimpi karya Hammud bin Abdullah bin Hammud bin Abdurrahman At-Tuwaijiri
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:464 kali
Diunduh:110 kali

Buku Mimpi

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:475 halaman
Penerbit:QantaraLit

Deskripsi

Telah datang banyak hadits dari Nabi tentang mimpi (ar-ru'ya). Sebagian membesarkan kedudukan mimpi yang baik, sebagian lain menjelaskan jenis-jenis mimpi dan apa yang seharusnya dilakukan oleh orang yang melihat sesuatu darinya, sebagian lain berisi adab-adab yang berkaitan dengan penafsiran mimpi, sebagian lain menyebutkan mimpi yang jelas maknanya yang tidak memerlukan penafsiran, dan sebagian lain berisi penafsiran mimpi yang memerlukan penafsiran. Aku akan menyebutkan sebagian dari itu semampu yang bisa dilakukan, insya Allah, dan aku akan menyebutkan apa yang diriwayatkan dari sebagian sahabat dan tabi'in tentang penafsiran mimpi, serta apa yang diriwayatkan dari generasi setelah mereka yang terkenal dalam menafsirkan mimpi.

Yang mendorongku menulis tentang tema ini adalah apa yang aku lihat berupa sikap meremehkan kebanyakan orang terhadap perkara mimpi, baik yang baik maupun yang tidak baik, serta apa yang aku lihat pula berupa kebodohan mereka terhadap adab-adab yang berkaitan dengan mimpi dan penafsirannya, mana yang sepatutnya diceritakan dan mana yang tidak sepatutnya diceritakan. Aku melihat banyak orang bersegera bertanya tentang mimpi buruk yang mereka lihat dalam tidur, karena mereka tidak mengetahui bahwa tidak boleh menceritakannya maupun menanyakannya, sebab itu termasuk upaya setan menakut-nakuti dan membuat sedih. Terkadang rasa ingin tahu mendorong mereka menceritakannya kepada sebagian orang yang mengada-ada, yang tidak memiliki ilmu tentang adab mimpi dan penafsirannya, lalu mereka menafsirkannya dengan sisi yang buruk sehingga orang tersebut mengalami kesedihan dan duka akibat tafsiran itu. Bahkan terkadang menimpa mereka keburukan dari mimpi itu sebagaimana akan disebutkan dalam hadits Abu Razin Al-'Uqaili radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah bersabda:

"Mimpi itu berada di atas kaki burung selama belum ditafsirkan. Apabila telah ditafsirkan, maka ia akan terjadi."

Maka hendaklah orang yang berakal berhati-hati untuk tidak menceritakan mimpinya kepada sembarang orang, dan hendaklah pula berhati-hati untuk tidak menceritakan mimpinya kecuali kepada orang yang berpandangan baik dan berilmu tentang penafsiran. Yang lebih utama bagi orang yang berakal adalah menyembunyikan mimpi buruk yang dilihatnya dalam tidur dan tidak menceritakannya kepada siapa pun, sekalipun kepada orang yang paling dekat dengannya. Adapun mimpi baik yang menyenangkannya, maka ia boleh menceritakannya kepada orang yang dicintainya, sebagaimana akan dijelaskan dalam beberapa hadits sahih. Kepada Allah aku memohon dan berharap dikabulkan, agar Dia menjadikan amalku ikhlas karena wajah-Nya Yang Mulia. Sesungguhnya Dia sebaik-baik tempat berharap dan semulia-mulia tempat memohon.

Komentar

Tinggalkan Komentar