Deskripsi
Ilmu dan kecerdasan merupakan salah satu ni’mat terbesar yang Alloh ﷻ karuniakan kepada manusia. Namun, kecerdasan tajam yang tidak diikat oleh ketundukkan kepada wahyu justru menjadi sarana paling licin menuju kesesatan. Betapa banyak manusia yang dikaruniai akal yang cerdas, lisan yang fasih, serta pemahaman yang mendalam tentang ilmu-ilmu dunia maupun teori-teori pemikiran, tetapi mereka justru tersesat jauh dari jalan Alloh ﷻ. Mereka mampu menguraikan perkara-perkara rumit dengan logika yang memukau, namun gagal memahami perkara paling mendasar dalam agama ini, yaitu ketundukkan total kepada Alloh ﷻ dan Rosul-Nya ﷺ.
Fenomena orang yang cerdas secara akal namun sesat secara pemahaman ini bukanlah perkara baru, melainkan ancaman yang telah diperingatkan oleh syari’at sejak masa awal Islam. Kerusakan yang ditimbulkan oleh orang cerdas yang sesat jauh lebih dahsyat daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh orang bodoh yang bermaksiat. Orang bodoh yang bermaksiat menyadari kesalahannya dan tidak memiliki pengaruh besar untuk menyesatkan orang lain. Sebaliknya, orang cerdas yang sesat akan membungkus kebatilan dengan perdebatan yang indah, memanipulasi dalil demi membenarkan hawa nafsunya, serta menyeret ribuan bahkan jutaan manusia ke dalam fitnah pemikiran.
Buku ini disusun sebagai peringatan bagi setiap penuntut ilmu dan pemilik kelebihan akal agar tidak tertipu oleh kecerdasannya sendiri. Buku ini menjelaskan: mulai dari penegasan hakikat kecerdasan sejati menurut syari’at, mengurai akar penyebab kecerdasan berubah menjadi bencana kesesatan, mengenali ciri-ciri dan perilaku pemikiran yang keliru, menelusuri jejak kelompok-kelompok cerdas yang sesat dalam sejarah hingga masa modern, hingga bahaya serta benteng pertahanan yang wajib dimiliki oleh setiap Mu’min agar ilmunya membuahkan kemanfaatan dan keselamatan di dunia dan Akhiroh.