Cover buku Ihya Ulumuddin Dalam Pandangan Para Ulama karya Ali Hasan Ali Abdul Hamid
Diupload Oleh:admin
Tanggal Upload:
Dilihat:727 kali
Diunduh:112 kali

Ihya Ulumuddin Dalam Pandangan Para Ulama

Kategori:
Tahun Terbit:2009
Jumlah Halaman:37 halaman

Deskripsi

Ini adalah risalah yang lembut isinya dan tiada bandingannya, Insya Allah. Yang saya kumpulkan di dalamnya beberapa perkataan para ahli ilmu yang terdiri dari para imam para ulama dan para ahli sejarah seputar kitab yang telah diketahui oleh khalayak umum, cendekiawan, ulama dan orang-orang jahil/ (bodoh), yaitu kitab Ihya 'Ulumuddin karangan Syaikh Abu Hamid Al Ghazali yang wafat pada tahun 505 H semoga Allah merahmatinya dan memaafkan kesalahan-kesalahannya.

Perkataan-perkataan yang saya kumpulkan dan nukilan-nukilan yang saya cantumkan ini semuanya berkisar tentang koreksian (terhadap Kitab tersebut).

Adapun tentang pujian terhadap kitab tersebut, para penulis lain yang dahulu maupun yang sekarang telah menunaikannya. Dahulu Syaikh Abdul Qadir Al 'Aidrus telah menulis kitab yang terkenal yaitu Ta'riful Ahya' bi Fadla-il Ihya'.

Pada masa sekarang banyak orang yang memuji dan menyanjungnya seperti Syaikh Sa'id Hawwa. la menyarankan untuk mempelajarinya (Afaq At Ta'lim hal. 77) dan juga menganggapnya sebagai bagian dari ilmu akhlaq Islami (Jundullah hal. 119) dan lain sebagainya. Ini semua sebagai penguat perkataan Syaikh Hasan Al Banna dalam menerangkan cara "da'wahnya" yang bernafaskan sufi.

Sa'id Hawwa bukanlah orang yang pertama kali yang berkomentar tentang kitab Ihya' dan beliau hanya taqlid kepada Syaikh Hasan Al Banna semoga Allah merahmatinya.

Beliau mempelajarinya setelah mengikuti perkumpulan tarekat Al Hashafiyah As Sufiyah (Mudzakkirat Ad Da'wah hal. 29) sehingga berpengaruh pada perilaku dan kepribadinya (Mudzakkirat hal. 32).

Sa'id Hawwa telah memandang Kitab Ihya sebagai ensiklopedi Islam yang terbesar dan salah satu harapannya adalah tersedianya kesempatan untuk men-syarah-kan (menjelaskan) Kitab tersebut. Tidak lama kemudian beliau pun segera melaksanakan rencana tersebut, yaitu ketika beliau menyiapkan pelajaran mingguan di rumahnya untuk sekumpulan sahabatnya. Beliau sangat bersemangat dalam menulis setiap pelajaran yang akan beliau sampaikan dan ini tidak pernah dilakukan pada pelajaran-pelajaran yang lainnya. Akan tetapi keadaanlah yang menghalangi penyempurnaan syarah kitab tersebut (Al Ikhwanul Muslimun: Ahdats jilid 1 hal. 61 dan jilid 2 hal 347).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, semoga Allah merahmatinya, telah mengumpulkan pujian dan celaan terhadap Kitab ini. Ketika ditanya tentang kitab Ihya Ulumuddin dan Quutul Qulub beliau menguraikan tentang keduanya di dalam suatu uraian ilmiah yang memikat dan sudah sepantasnyalah bagi saya untuk menukilnya secara utuh sebagaimana tercantum dalam Majmu'ul Fatawa (jilid 10 hal. 55). Beliau berkata:

Adapun kitab Quutul Qulub dan kitab Al Ihya keduanya sama-sama menyebutkan tentang amalan-amalan hati seperti: sabar, syukur, cinta, tawakal, tauhid dan yang semisalnya.

Abu Thalib lebih mengetahui dari pada Abu Hamid Al Ghazali tentang hadits, atsar, ucapan ahli ilmu sufi dan lainnya. Perkataannya lebih baik dan lebih dapat direalisasikan serta lebih jauh dari bid'ah meskipun di dalam kitab Quutul Qulub terdapat hadits-hadits yang dla'if (lemah) dan maudlu' (palsu) serta banyak hal-hal yang tertolak.

Adapun pernyataan yang ada dalam Al Ihya tentang hal-hal yang membinasakan seseorang seperti sombong, ujub (bangga diri), riya', iri dan semisalnya banyak menukil dari Al Harits Al Muhasibi di dalam (kitab) Ar Ri'aayah yang di antara isinya ada yang diterima, ada yang ditolak dan ada pula yang masih dipertentangkan (oleh para ulama).

Di dalam Al Ihya terdapat faedah yang banyak, akan tetapi di dalamnya juga terdapat hal-hal yang tercela yang berasal dari ucapan para ahli filsafat yang berkaitan dengan tauhid (ke-esaan Allah, nubuwwah (kenabian) dan ma'aad (akhirat). Apabila ia menyebutkan hal-hal yang berkenaan dengan kesufian, pada hakekatnya dia menyiapkan musuh bagi kaum muslimin dan menutupinnya dengan baju muslim.

Para imam telah mengingkari Abu Hamid (Al Ghazali) di dalam kitab-kitab mereka dan merekapun berkata, "Yang membuat dia sakit adalah (Kitab) Asy-syifa yaitu (kitab) Asy-Syifa (karya) Ibnu Sina dalam ilmu filsafat.

Di dalamnya (kitab Ihya) terdapat banyak hadits, atsar yang lemah bahkan palsu dan di dalamnya terdapat kekeliruan-kekeliruan sufi dan kesesatan-kesesatannya.

Bersamaan dengan itu di dalamnya juga terdapat perkataan para syaikh sufi yang arif dan lurus dalam amalan-amalan hati yang sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah. Selain itu juga terdapat ibadah-ibadah dan adab yang sesuai dengan Al Quran dan As sunnah dan dalam masalah ini lebih banyak yang diterima daripada yang ditolak.

Oleh karena itulah orang-orang berselisih dalam mengomentari tentang kitab tersebut. Selesai ucapannya (Ibnu Taimiyah) semoga Allah merahmatinya.

Tidak ada yang memotivasi saya untuk mengumpulkan risalah ini melainkan (dalam rangka) nasihat untuk Allah, rasul-Nya dan kaum muslimin. Dan keinginan untuk mengoreksi serta menilai arah dari beberapa pemikiran dan aliran khususnya setelah tersebarnya kejahilan (kebodohan) terhadap ilmu-ilmu syar'i dan demi Allah itu adalah salah satu musibah yang besar.

Ditulis oleh: Abul Harits Ali bin Hasan bin Ali.

Diketik ulang ke dalam format word Oleh: Yoga Buldozer

Komentar

Tinggalkan Komentar