Deskripsi
Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabulloh, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan (dalam agama), dan setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di Naar.
Selanjutnya...
Sesungguhnya dikarenakan banyaknya manusia yang meremehkan perintah-perintah Rosululloh ﷺ, berpaling dari ketaatan kepadanya, dan terus-menerus menyelisihi Sunnahnya... hingga keadaan sebagian mereka sampai pada titik di mana jika disampaikan kepadanya suatu perintah, larangan, atau perbuatan dari beliau, ia berbicara dengan sombong seraya berkata: “Ini hanyalah Sunnah, orang yang meninggalkannya tidak dihukum...” Ia menjadikan ucapan dan alasan yang lemah ini sebagai kebiasaannya setiap kali disebutkan kepadanya perintah atau larangan dari Rosululloh ﷺ. Padahal perintah tersebut menuntut kewajiban, dan larangan tersebut menuntut keharoman.
Oleh karena itu, aku ingin mengumpulkan ayat-ayat dari Al-Kitab yang mulia, Hadits-hadits dari Sunnah yang suci, serta ucapan-ucapan para Salaf yang tulus dari kalangan Shohabat rodhiyallahu ‘anhum dan para Tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik, yang diharapkan padanya terdapat penjelasan, penjernihan, dan bantuan untuk taat kepada Alloh dan taat kepada Rosul-Nya bagi siapa saja yang membacanya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk nasehat bagi umat.
Ketahuilah bahwa barangsiapa yang menyelisihi Sunnah Al-Musthofa Rosul petunjuk, menempuh jalan selain jalannya, manhaj selain manhajnya, tidak melaksanakan perintahnya, dan tidak berhenti dari larangannya, maka ia dalam keadaan seperti ini telah menyelisihi kandungan dari bagian kedua kalimat Tauhid yang merupakan rukun pertama dari rukun-rukun Islam, yaitu ucapan: “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rosululloh.”
Maknanya adalah: “Mentaatinya pada apa yang dia perintahkan, membenarkannya pada apa yang dia kabarkan, menjauhi apa yang dia larang dan peringatkan, dan tidak beribadah kepada Alloh kecuali dengan apa yang dia syariatkan.” (Al-Ushul Ats-Tsalatsah, Muhammad bin Abdul Wahhab (1206 H), hal. 2)
Maka barangsiapa yang menyelisihi perintahnya dan berjalan di atas selain manhajnya, apakah ia telah mewujudkan syahadat “Tauhid”?
Sesungguhnya Kitabulloh ‘Azza wa Jalla penuh dengan ayat-ayat yang memerintahkan untuk mentaati beliau dan mengharomkan menyelisihinya. Alloh menggandengkan ketaatan kepada beliau dengan ketaatan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, dan menunjukkan bahwa barangsiapa yang tidak mentaati Rosululloh ﷺ, maka ia tidak mentaati Alloh.
Imam Ahmad bin Hanbal (241 H) rohimahullah berkata: “Aku melihat ke dalam Mushhaf, lalu aku menemukan ketaatan kepada Rosululloh ﷺ disebutkan di 33 tempat...” (Al-Ibanah, Ibnu Baththoh (387 H), 1/260 no. 97)
Al-Ajurri (360 H) rohimahullah berkata: “Kemudian Alloh mewajibkan ketaatan kepada beliau atas makhluk di 30-an tempat lebih dalam Kitab-Nya ‘Azza wa Jalla.” (Asy-Syari’ah, Al-Ajurri (360 H), hal. 49)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (728 H) rohimahullah berkata: “Sungguh Alloh telah mewajibkan ketaatan kepada Rosul atas seluruh manusia di hampir 40 tempat dalam Al-Qur’an, dan mentaatinya adalah mentaati Alloh.” (Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah (728 H), 19/83-261)
Sebagaimana akan datang penyebutan sebagian darinya dengan pertolongan dari Alloh.
Sungguh Pemilik karunia Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan karunia kepada kita saat mengutus di tengah-tengah kita Rosul-Nya yang paling utama dan penutup mereka, sholawat serta salam Alloh atas mereka semua. Tujuannya untuk mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya. Sebagaimana firman-Nya Ta’ala:
﴿لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ﴾
“Sungguh Alloh telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika Dia mengutus di tengah mereka seorang Rosul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Al-Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali ‘Imron: 164)
Maka apa kewajiban orang-orang yang bersifat dengan Iman terhadap karunia yang diberikan oleh Al-Karim Al-Mannan ini? Tidak lain adalah membenarkan, beriman, taat, dan tunduk dalam setiap perkara kecil maupun besar dari perintah-perintah dan larangan-larangan beliau ‘alaihish sholatu was salam.
Dan inilah ayat-ayat yang mewajibkan atasmu ketaatan kepada Rosululloh ﷺ pengajar kebaikan dan pemberi peringatan dari jalan-jalan kerugian, yang menunjukkan bahwa kebahagiaan serta petunjuk ada pada mengikuti Rosul ﷺ dan bahwa kesesatan serta kesengsaraan ada pada menyelisihinya. Seraya berharap kepada Alloh agar hal ini menjadi penyampai bagi siapa saja yang mengumpulkannya, membacanya, dan mendengarnya untuk meneladani Sunnah Al-Hadi Al-Basir dan As-Siroj Al-Munir ﷺ.
Ayat-ayat dalam tema ini terbagi menjadi 3 bagian:
Pertama: Perintah dari Alloh untuk mentaati-Nya dan mentaati Rosul-Nya serta bimbingan kepadanya.
Kedua: Janji dan pujian dari Alloh bagi siapa saja yang mentaati-Nya dan mentaati Rosul-Nya serta penjelasan tentang baiknya kesudahan urusannya, bahwa ia menuju keridhoan Alloh dan Jannah.
Ketiga: Celaan dan ancaman dari Alloh bagi siapa saja yang mendurhakai perintah-Nya dan perintah Rosul-Nya, serta penjelasan tentang buruknya kesudahan urusannya, bahwa ia menuju kemurkaan Alloh dan Naar.