Deskripsi
Sesungguhnya manhaj dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah topik yang luas cakupannya dan beragam sisinya. Ia merupakan topik yang berdimensi keimanan, pendidikan, dan kontemporer — yang tidak dapat diabaikan oleh seorang Muslim, terutama oleh seorang dai yang menyeru kepada Allah Azza wa Jalla, yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran. Seorang dai, agar benar dan lurus dalam dakwahnya, mutlak memerlukan bashirah (kecerdasan batin) yang menerangi jalannya dan memperkenalkannya dengan manhaj dakwah serta rambu-rambu kebenaran. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
"Katakanlah, 'Inilah jalanku; aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.'" (Yusuf: 108) — yakni, di atas keyakinan dan kebenaran.
Metode berdakwah kepada orang-orang yang berbuat maksiat merupakan salah satu poros utama dari manhaj dakwah. Allah Ta'ala telah menakdirkan di antara hamba-hamba-Nya para ulama yang beramal dan para dai yang tulus — di berbagai penjuru negeri dan lintas generasi — yang menyeru kepada Allah Ta'ala dengan hikmah dan nasihat yang baik, serta mengembalikan mereka yang tersesat dari kalangan pelaku maksiat dan orang-orang yang terlena kepada kolam keimanan. Pemimpin dan imam mereka adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, para khalifah yang lurus, para sahabat yang mulia, serta generasi tabi'in setelah mereka. Demikian pula para imam yang mendapat petunjuk sepanjang masa, di antaranya Ibnu Taimiyah rahimahullah dan madrasah salafiyah-nya pada abad ketujuh Hijriah — tatkala zaman menuntut ditegakkannya sunnah, diberantasnya bid'ah, dan ditolaknya agresi terhadap negeri-negeri Muslim dari bangsa Tartar dan lainnya, disertai dengan invasi pemikiran yang mengiringi, mendahului, dan mengikuti invasi militer tersebut. Kemudian berturut-turut setelah itu muncul pula era-era lain, di antaranya era Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, di mana kemaksiatan yang dominan pada masanya berputar pada perkara-perkara akidah yang mengandung unsur syirik serta hal-hal yang berkaitan dengannya, seperti meluasnya khurafat dan bid'ah.
Penelitian ini merupakan percikan-percikan dari manhaj ulama salaf dalam berdakwah kepada orang-orang yang berbuat maksiat dari kalangan kaum Muslimin. Para pelaku maksiat pada kenyataannya merupakan kelompok besar dari lapisan masyarakat Muslim di sebagian besar zaman dan tempat. Sebagaimana telah diketahui, kesalahan dan kemaksiatan merupakan tabiat manusiawi yang telah menjadi watak anak-cucu Adam, kecuali mereka yang dirahmati Allah. Firman Allah Ta'ala:
"Dan Adam mendurhakai Tuhannya, lalu dia tersesat. Kemudian Tuhannya memilihnya, lalu Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk." (Thaha: 122)
Manusia berbuat maksiat karena kebodohannya, sedangkan Allah Azza wa Jalla memberi taufik dengan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki untuk bertobat. Sebagaimana firman-Nya di tempat lain:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih dari perbuatan keji dan mungkar itu selama-lamanya. Tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (An-Nur: 21)
Sebagaimana pula disebutkan dalam hadis dari Anas radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang bertobat."
Terjadinya maksiat kemudian diiringi dengan tobat adalah dua hal yang semestinya beriringan. Apabila tobat tidak mengikuti maksiat, hal itu pertanda bahaya besar dan percikan api yang menyebar, karena kemaksiatan jika tersembunyi hanya membahayakan pelakunya sendiri, namun jika dilakukan terang-terangan dan tidak diingkari serta tidak diubah, maka ia menjadi bencana yang dahsyat.
Pembahasan dalam penelitian singkat ini terfokus pada dua poros utama, yaitu:
Pengertian para pelaku maksiat, penjelasan tentang sebab-sebab, jenis-jenis, dan tingkatan-tingkatan kemaksiatan.
Metode-metode berdakwah kepada para pelaku maksiat dan pengaruh-pengaruhnya.