Deskripsi
Al-Malhamah (الملحمة) berasal dari kata لحم (daging) yang mengisyaratkan banyaknya daging dan nyawa yang terbunuh pada peperangan tersebut. Ia perang terbesar di akhir zaman, tidak ada lagi perang yang lebih besar setelah itu. Saking besarnya, seekor burung yang melewati medan perang tersebut mati tersungkur, dan jumlah korbannya mencapai 99% dari pasukan, sebagaimana dalam hadits-hadits shohih yang akan disebutkan nanti.
Yahudi dan Nashoro memiliki versi lain bernama Armageddon, dengan jalan cerita yang berbeda dengan kita, karena sumber mereka yang tidak otentik, berbeda dengan kita yang bersumber hadits-hadits shohih.
Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi ﷺ bersabda:
«عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ، وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ، وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ»
“Ramainya Baitul Maqdis pertanda sepinya Madinah. Sepinya Madinah pertanda terjadinya Malhamah. Terjadinya Malhamah pertanda penaklukan Konstantinopel. Penaklukan Konstatinopel pertanda keluarnya Dajjal.” (Hasan: HR. Abu Dawud no. 4294)
Dalam hadits ini ada beberapa faidah:
è Baitul Maqdis ramai karena Syam menjadi markas kaum Muslimin di akhir zaman, berdasarkan hadits Abu Darda, Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ فُسْطَاطَ الْمُسْلِمِينَ يَوْمَ الْمَلْحَمَةِ بِالْغُوطَةِ، إِلَى جَانِبِ مَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا: دِمَشْقُ، مِنْ خَيْرِ مَدَائِنِ الشَّامِ»
“Markas Muslimin pada perang Malhamah adalah di Ghuthoh, di kota bernama Damaskus, yang termasuk kota terbaik di Syam.” (Shohih: HR. Abu Dawud no. 4298)
Syam adalah sebutan untuk utara Jazirah Arob, yang membentang dari Palestina, Libanon, Yordania, dan Suriah (dengan ibu kota Damaskus). Sebagian wilayah ini dijarah Yahudi yang menamakan dirinya negeri Israel.[1]
è Sebab sepinya Madinah dan tidak berpenghuni, karena mereka bergabung dengan pasukan Al-Mahdi di Syam.
Dari Abu Huroiroh, Nabi ﷺ bersabda:
«يَتْرُكُونَ المَدِينَةَ عَلَى خَيْرِ مَا كَانَتْ، لاَ يَغْشَاهَا إِلَّا العَوَافِ - يُرِيدُ عَوَافِيَ السِّبَاعِ وَالطَّيْرِ - وَآخِرُ مَنْ يُحْشَرُ رَاعِيَانِ مِنْ مُزَيْنَةَ، يُرِيدَانِ المَدِينَةَ، يَنْعِقَانِ بِغَنَمِهِمَا فَيَجِدَانِهَا وَحْشًا، حَتَّى إِذَا بَلَغَا ثَنِيَّةَ الوَدَاعِ، خَرَّا عَلَى وُجُوهِهِمَا»
“Orang-orang akan meninggalkan Madinah padahal saat itu ia dalam kemakmuran (banyak buahnya dan sejuk). Tidak ada yang mondar-mandir di sana kecuali binatang buas dan burung. Orang terakhir yang berjalan di sana adalah dua penggembala dari Muzainah yang menuju Madinah untuk menggembalakan dombanya. Keduanya mendapati Madinah sepi dari manusia. Ketika mereka sampai di Tsaniyyatul Wada, mereka tersungkur mati.” (HR. Al-Bukhori no. 1874 dan Muslim no. 1389)
Dalam riwayat lain:
«حَتَّى يَدْخُلَ الْكَلْبُ أَوِ الذِّئْبُ فَيُغَذِّي عَلَى بَعْضِ سَوَارِي الْمَسْجِدِ أَوْ عَلَى الْمِنْبَرِ»، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَلِمَنْ تَكُونُ الثِّمَارُ ذَلِكَ الزَّمَانَ؟ قَالَ: «لِلْعَوَافِي: الطَّيْرِ وَالسِّبَاعِ»
“Hingga anjing atau serigala masuk dan kencing di tiang Masjid atau mimbar.” Ada yang bertanya: “Wahai Rosulullah, untuk siapa buah-buahan di zaman tersebut?” Beliau menjawab: “Untuk burung dan binatang buas.” (HR. Malik no. 18)
è Siapakah Konstantinopel yang dimaksud di hadits ini?
Di zaman kenabian, Romawi ada dua: Romawi Barat (Italia) dan Romawi Timur (Bizantium atau Konstantinopel yang sekarang di Istanbul Turki).
Romawi Barat belum ditaklukan sampai sekarang. Adapun Romawi Timur sudah ditaklukan oleh Muhammad Al-Fatih dan sekarang menjadi negara Islam Turki.
Dari sini, ulama berselisih menjadi dua pendapat: (1) ia adalah Konstantinopel yang ada di Intanbul Turki atau (2) ia adalah Vatikan Roma di Italia.
Dua pendapat ini bisa digabungkan, setelah Muslimin menaklukan Konstantinopel, mereka melanjutkan perjalanan ke barat untuk menaklukan Vatikan Roma. Allahu a’lam.