Deskripsi
Maka inilah kalimat-kalimat yang terang dan ungkapan-ungkapan yang bercahaya dalam pujian para imam terkemuka terhadap Syaikhul Islam, lautan ilmu pengetahuan, penerjemah Al-Qur'an, mufti berbagai kelompok, yang paling unik di antara para mujtahid, yaitu Abul Abbas Ahmad Taqiyyuddin, putra Syaikh Imam Syaikhul Islam Majduddin Abdul Salam bin Abdullah bin Al-Khidr bin Muhammad bin Al-Khidr bin Ali bin Abdullah bin Taimiyyah.
Dan terjadi perbedaan pendapat tentang mengapa disebut Ibnu Taimiyyah.
Dikatakan bahwa kakeknya Muhammad bin Al-Khidr pernah berhaji melalui jalan Taima', kemudian ia melihat seorang gadis kecil di sana. Ketika ia pulang, istrinya telah melahirkan seorang anak perempuan, maka ia berkata: "Ya Taimiyyah, ya Taimiyyah," sehingga ia dijuluki dengan sebutan itu.
Dan dikatakan pula bahwa kakeknya Muhammad memiliki ibu yang bernama Taimiyyah, dan ia adalah seorang penceramah wanita, maka ia dinisbatkan kepadanya dan dikenal dengan namanya.
Beliau rahimahullah lahir pada hari Senin tanggal 10 atau 12 Rabiul Awwal tahun 661 H.
Dan beliau wafat menjelang fajar pada malam Senin tanggal 20 Dzulqa'dah tahun 728 H dalam usia 67 tahun.
Para imam terkemuka telah memuji imam ini dan memberikan gelar Syaikhul Islam kepadanya, serta mengkhususkan berbagai karangan tentang keutamaan-keutamannya, dan sejarah-sejarah serta karya-karya ilmiah telah terhiasi dengan penyebutan namanya.
Dan tidak ada yang merendahkannya kecuali orang yang tidak mengetahui kedudukannya dan kebesarannya, dan barangsiapa yang tidak mengetahui sesuatu maka ia akan mengingkarinya.
Sungguh telah berlaku adil Al-'Allamah Al-Imam Qadi Al-Qudat (Ketua Hakim-Hakim) Islam Baha'uddin bin As-Subki ketika berkata kepada sebagian orang yang menyebutkan kepadanya tentang pembicaraan mengenai Ibnu Taimiyyah, maka ia berkata:
"Demi Allah wahai fulan, tidaklah membenci Ibnu Taimiyyah kecuali orang yang bodoh atau orang yang mengikuti hawa nafsunya. Adapun orang bodoh, ia tidak mengetahui apa yang ia katakan, dan orang yang mengikuti hawa nafsu, maka hawa nafsunya menghalanginya dari kebenaran setelah ia mengetahuinya."
Dan sungguh telah berlaku adil pula Asy-Syaikh Al-Imam dan Al-Hibr (ulama besar) Al-Humam (yang sangat cakap) Mahmud bin Ahmad Al-'Aini, imam Hanafiyah pada zamannya, ketika berkata dalam pertengahan kalimat yang panjang dalam memujinya:
"Ibnu Taimiyyah dan mencela orang yang mencacinya, tidaklah mereka itu kecuali seperti kumbang yang mati dengan mencium bunga mawar karena tercekik, atau seperti kelelawar yang terganggu oleh cahaya sinar yang terang karena buruknya penglihatannya dan kelemahannya. Mereka tidak memiliki sifat yang jujur dan tidak pula pemikiran yang memimpin, mereka tidak lain hanyalah orang yang keras lagi kosong, gundul dari puncaknya, bodoh yang menampakkan kebodohan, sesat anak sesat, dan kesesatan anak kesesatan."
Dan dari yang sudah masyhur lagi tersebar luas bahwa Asy-Syaikh Al-Imam Al-'Alim Al-'Allamah Taqiyyuddin Ibnu Taimiyyah termasuk di antara orang-orang yang mulia dan berbudi luhur serta merupakan bukti yang banyak dari orang-orang yang terpilih. Dan Al-'Aini memperpanjang pembicaraan dalam memujinya sebagaimana akan datang.
Dan ketahuilah, semoga Allah membantumu, bahwa banyak dari para imam yang terpilih dan para ulama yang mulia telah mengkhususkan keutamaan-keutamaan Syaikh Taqiyyuddin Ibnu Taimiyyah dalam karangan-karangan yang masyhur dan dalam biografi-biografi di dalam kitab-kitab sejarah yang terkenal.
Dan telah menyebutkan kebanyakan ulama yang memujinya pengarang kitab Ar-Raddu Al-Wafir, karya Al-Imam Al-'Alim Al-Auhad (yang paling unik) Al-Qudwah (teladan) Al-Hafidz (penghapal hadits) Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakr bin Abdullah bin Muhammad bin Ahmad bin Nashiruddin Asy-Syafi'i. Dan aku telah senang untuk menyebutkan di sini sebagian dari itu dengan cara ringkas beserta tambahan-tambahan yang indah, dengan harapan agar aku masuk dalam barisan para imam tersebut dan termasuk orang-orang yang berada di tengah-tengah manusia sebagai rahmat.
Diterjemahkan oleh: Muhamad Abid Hadlori