Deskripsi
Sungguh, di antara kewajiban yang paling agung setelah syahadat adalah menjaga Sholat lima waktu pada waktunya. Alloh berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:
﴿حَٰفِظُوا عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَاةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَٰنِتِينَ﴾
“Peliharalah semua Sholat(mu), dan (peliharalah) Sholat terbaik (Shubuh). Berdirilah untuk Alloh (dalam Sholatmu) dengan khusyu.’” (QS. Al-Baqoroh: 238)
Sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab pada hari Kiamat. Jika Sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya, namun jika Sholatnya rusak, maka merugilah hamba tersebut. Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ»
“Sungguh amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah Sholatnya. Jika Sholatnya baik, maka sungguh dia telah beruntung dan selamat. Jika Sholatnya rusak, maka sungguh dia telah merugi.” (HSR. At-Tirmidzi no. 413)
Namun, fenomena yang menyedihkan di tengah umat saat ini adalah banyaknya orang yang meremehkan Sholat Shubuh. Masjid-Masjid tampak sepi di waktu fajar, sementara jalanan ramai ketika matahari sudah meninggi untuk urusan dunia. Banyak yang beralasan karena lelah, tidur terlalu larut, atau tidak sengaja kesiangan. Padahal, Sholat Shubuh bukan sekadar rutinitas, melainkan medan perjuangan melawan hawa nafsu dan Syaithon. Siapa yang berhasil menaklukkan nafsunya untuk bangun Shubuh, maka dia telah meraih kemenangan besar di awal harinya. Sebaliknya, siapa yang sering bangun kesiangan, dia berada dalam bahaya besar yang mengancam keimanannya.
Buku ini disusun untuk mengupas mengapa hal ini terjadi dan bagaimana solusinya secara syar’i agar kita tidak termasuk golongan yang melalaikan perintah Alloh.