Cover buku Sholawat Nariyah dalam Timbangan Syariat karya Nor Kandir
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:410 kali
Diunduh:135 kali

Sholawat Nariyah dalam Timbangan Syariat

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:81 halaman
Penulis:Nor Kandir

Deskripsi

Sungguh keberuntungan bagi seorang hamba adalah ketika ia meniti jalan di atas cahaya wahyu dan mengikuti jejak para Salaf yang sholih dalam beribadah kepada Robb mereka.

Alloh ﷻ berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Aku cukupkan bagi kalian ni’mat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagi kalian. (QS. Al-Maidah: 3)

Ayat ini merupakan pondasi agung bahwa agama ini telah tuntas. Malik bin Anas (179 H) menyatakan bahwa apa saja yang pada hari itu bukan merupakan bagian dari agama, maka pada hari ini pun bukan merupakan bagian dari agama. Maka segala bentuk taqorrub atau pendekatan diri kepada Alloh ﷻ haruslah memiliki landasan dari Al-Quran dan Sunnah Nabi ﷺ yang shohih.

Mencintai Nabi ﷺ merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan Mu’min. Di antara bukti cinta tersebut adalah dengan memperbanyak Sholawat kepada beliau. Alloh ﷻ memerintahkan hal ini dalam firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sungguh Alloh dan para Malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. Al-Ahzab: 56)

Namun, dalam prakteknya, muncul berbagai macam redaksi Sholawat yang tidak berasal dari Nabi ﷺ secara langsung. Salah satu yang sangat masyhur di tengah masyarakat adalah Sholawat Nariyah.

Tulisan ini hadir untuk menelaah Sholawat Nariyah tersebut dengan kacamata ilmiyyah yang berlandaskan dalil-dalil syariat. Tujuannya adalah untuk memberikan kejelasan bagi setiap penuntut ilmu agar amalan yang dikerjakan benar-benar sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ dan tidak tercampur dengan perkara-perkara yang dapat mengaburkan kemurnian tauhid.

Setiap amalan yang dikerjakan tanpa dasar perintah dari Nabi ﷺ terancam tertolak. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada atasnya perintah kami, maka amalan itu tertolak. (HR. Muslim no. 1718)

Penyusunan buku ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengedepankan argumentasi yang kuat dari nash-nash wahyu, agar menjadi penyejuk bagi hati yang mencari kebenaran dan menjadi timbangan yang adil dalam memandang fenomena keagamaan di sekitar kita.

Komentar

Tinggalkan Komentar