Deskripsi
Sesungguhnya kitab "Zadul Mustaqni' fikhtisharil Muqni'" karya Abun Naja Musa bin Ahmad bin Musa al-Hajjawi adalah kitab yang sedikit lafaznya namun banyak maknanya. Beliau meringkasnya dari kitab "al-Muqni'" dan membatasi hanya pada satu pendapat, yaitu pendapat yang paling kuat dalam mazhab Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau hampir tidak keluar dari pendapat yang masyhur dalam mazhab menurut ulama belakangan, kecuali sedikit.
Para penuntut ilmu pemula dari kalangan mazhab Hanbali sangat menyukainya, dan banyak dari mereka yang menghafalnya di luar kepala.
Guru kami, Syaikh Abdurrahman bin Nashir bin Sa'di rahimahullahu Ta'ala, dahulu mendorong kami untuk menghafalnya dan mengajarkannya kepada kami. Kami telah mengambil banyak manfaat darinya, walhamdulillah. Kami pun mengajarkannya kepada para pelajar di Masjid Jami' Besar di 'Unaizah dengan menguraikan lafaz-lafaznya, menjelaskan maknanya, dan menyebutkan pendapat yang kuat beserta dalil atau alasannya. Para pelajar memperhatikannya, merekam, dan menulisnya.
Ketika pelajaran itu semakin banyak beredar di tengah masyarakat melalui kaset dan catatan, dua syaikh yang mulia, Doktor Sulaiman bin Abdullah Aba al-Khail dan Doktor Khalid bin Ali al-Musyaiqih, menerbitkannya dalam sebuah buku yang dinamai "Asy-Syarhul Mumti' 'ala Zadil Mustaqni'". Keduanya mentakhrij hadits-haditsnya, memberi nomor ayat-ayatnya, memberi catatan yang menurut mereka pantas, lalu mencetaknya pada cetakan pertama. Semoga Allah membalas keduanya dengan kebaikan.
Penjelasan secara lisan tidak sama dengan penjelasan secara tulisan dalam hal pemilihan lafaz, penyuntingan ungkapan, dan kelengkapan pembahasan. Maka menjadi jelas bahwa buku itu perlu ditinjau ulang, disaring, dan ditata. Hal itu pun telah terlaksana, walhamdulillah. Kami menghapus apa yang tidak diperlukan, menambahkan apa yang dibutuhkan, dan membiarkan sisanya sebagaimana adanya.
Di antara orang yang paling awal membacakannya kepada kami pada cetakan ini adalah Doktor Khalid bin Ali al-Musyaiqih, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.
Kepada Allah aku memohon agar menjadikan amal kami ikhlas karena wajah-Nya, sesuai dengan keridhaan-Nya, dan memberi manfaat dengannya kepada hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Shallallahu wa sallama 'ala Nabiyyina Muhammad wa 'ala alihi wa ashhabihi wat tabi'ina lahum bi ihsan (semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan para tabi'in yang mengikuti mereka dengan baik).
Penulis, Muhammad ash-Shalih al-Utsaimin
4/6/1420 H
Daftar Isi
Muqaddimah Penulis (Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)
Penjelasan Muqaddimah Zad
Kitab Thaharah
Bab Air
Bab Bejana
Bab Istinja'
Bab Siwak dan Sunnah-Sunnah Wudhu
Bab Fardhu-Fardhu Wudhu dan Tata Caranya
Bab Mengusap Kedua Khuf
Bab Pembatal-Pembatal Wudhu
Bab Mandi
Bab Tayammum
Bab Menghilangkan Najis
Bab Haid