Cover buku ARBAIN Kepribadian Islami karya Ali Hasan Al Halabi
Diupload Oleh:admin
Tanggal Upload:
Dilihat:311 kali
Diunduh:116 kali

ARBAIN Kepribadian Islami

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:150 halaman
Penerjemah:Nor Kandir

Deskripsi

Tulisan ini merupakan risalah yang ringkas namun padat, mencakup 40 Hadits shohih yang dipetik dari keindahan sabda Nabi pilihan, yaitu Rosululloh ﷺ. Aku mengumpulkannya sebagai pengingat bagi diriku sendiri dan saudara-saudaraku seiman, yang di dalamnya terkandung pendidikan jiwa, pembersihan hati, serta perbaikan akhlaq. Pena milikku dalam risalah ini tidak lain hanya memberikan sedikit uraian penjelas untuk mengurai hal yang samar dan menerangkan maksud yang terkandung, seraya tetap memperhatikan keserasian hubungan antar-Hadits melalui pembagian bab dan pemberian catatan ringkas.

Bukanlah suatu hal yang tersembunyi bagi seorang pun bahwa Islam yang agung ini memberikan perhatian yang sangat besar dalam banyak nashnya—baik Al-Qur’an maupun Sunnah—terhadap pembentukan kepribadian seorang Muslim. Islam mengarahkannya ke arah yang asli dan murni, yang bersumber langsung dari teras ajaran Islam serta asas hukum-hukum dan syari’atnya.

Pendorong terbesar bagiku dalam menyusun dan mengumpulkan risalah ini adalah apa yang aku saksikan sendiri pada sebagian orang yang menisbatkan diri kepada Islam dan menyerukan da’wah ke jalan Alloh, namun keadaan kepribadian Islamiyah mereka justru sangat jauh berseberangan, baik secara hakikat bathin maupun penampilan lahir. Kita memohon keselamatan kepada Alloh.

Ketika keadaannya demikian, aku merasa wajib untuk menulis risalah ini agar menjadi fondasi yang kuat dan kokoh bagi setiap Muslim dalam memulai kehidupan Islamnya, sehingga ia dapat mengenali jalan kebenaran lalu mengikutinya serta menyeru manusia kepadanya. Terlebih lagi, Nabi ﷺ telah mengisyaratkan hakikat ini melalui sabdanya:

«لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي فَقَدِ اهْتَدَى، وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذٰلِكَ فَقَدْ هَلَكَ»

“Setiap amal kebaikan itu memiliki masa semangat yang membara, dan setiap masa semangat itu memiliki masa jenuh. Siapa yang pada masa jenuhnya tetap berpegang teguh pada Sunnahku, maka sungguh ia telah mendapat petunjuk. Namun siapa yang masa jenuhnya justru berpaling kepada selain itu, maka sungguh ia telah binasa.”

Sungguh aku menulis risalah ini khusus untuk para pemuda Muslim yang memiliki semangat membara, yaitu mereka yang di tengah gejolak semangat dan kebangkitannya belum menemukan bimbingan ilmu yang paham betul akan penyakit jiwa sekaligus mengetahui obat pemulihannya, guna menunjukkan kepada mereka manhaj yang lurus serta pemikiran yang jernih. Dengan demikian, akal dan pemikiran para pemuda ini dapat menyerupai para Shohabat Nabi ﷺ. Dahulu para Shohabat juga terdiri dari pemuda, namun mereka adalah para pemuda yang matang berpikir layaknya orang dewasa. Pandangan mata mereka tertunduk rapat dari kejahatan, kaki mereka sangat berat untuk melangkah menuju kebathilan, tubuh mereka kurus kering karena lelah beribadah dan letih bermunajat di malam hari. Mereka telah menjual jiwa yang kelak pasti mati demi memperoleh kehidupan abadi yang tidak akan pernah sirna. Alloh telah melihat mereka di kegelapan malam dalam keadaan punggung-punggung mereka membungkuk khusyu’ membaca lembaran-lembaran Al-Qur’an. Setiap kali salah seorang dari mereka melewati ayat yang menyebutkan Jannah, ia menangis karena kerinduan yang mendalam kepadanya; dan apabila melewati ayat yang menyebutkan Naar, ia memekik ketakutan seolah-olah gejolak suara Jahannam berada tepat di samping kedua telinganya. Tanah telah menyerap bekas sujud pada lutut, tangan, dan dahi mereka. Mereka menyambung keletihan malam dengan keletihan siang, warna kulit mereka pucat dan tubuh mereka kurus karena lamanya Sholat malam serta banyaknya puasa. Meskipun demikian, mereka tetap merasa amalan tersebut masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan hak Alloh yang maha agung. Mereka adalah orang-orang yang menepati janji Alloh dan menuntaskan apa yang diwajibkan-Nya.

Maka marilah kita semua berusaha keras untuk menjadi seperti mereka dan meneladani perjalanan hidup mereka. Sebab keadaannya adalah sebagaimana diucapkan: “Keberadaan kita dibandingkan dengan orang-orang sholih masa lalu tidak lain hanyalah seperti rumput kecil yang tumbuh di pangkal pohon-pohon kurma yang menjulang tinggi.”

Sebagaimana pula dikatakan oleh Abdullah bin Al-Mubarok (181 H):

لَا تَعْرِضَنْ بِذِكْرِنَا مَعَ ذِكْرِهِمْ

لَيْسَ الصَّحِيحُ إِذَا مَشَى كَالْمُقْعَدِ

“Janganlah engkau membandingkan sebutan nama kita dengan sebutan nama-nama mereka, karena orang yang berjalan sehat tidaklah sama dengan orang yang lumpuh.”

Aku telah berupaya keras dalam memilih Hadits-Hadits ini agar mencakup aspek yang luas dan menyeluruh. Sebab kepribadian Islamiyah tidak akan sempurna melainkan apabila seseorang menerapkan seluruh agama Alloh, sebagaimana firman Alloh:

﴿يَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا في السِّلْمِ كَآفَّةً﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan.” (QS. Al-Baqoroh: 208)

Kemudian aku telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencantumkan takhrij Hadits serta hukum derajatnya di akhir setiap Hadits sesuai dengan kaidah ilmu Hadits, tanpa uraian yang terlalu panjang hingga membosankan dan tanpa ringkasan yang terlalu pendek hingga merusak pemahaman, seraya menjaga agar penjelasannya tetap ringkas dan sesuai untuk risalah semisal ini, kecuali pada beberapa bagian yang memang sangat dibutuhkan.[1]

Jika Alloh memberikan taufiq-Nya kepadaku dalam menyusun risalah ini sesuai dengan yang aku maksudkan, maka itu merupakan kesempurnaan ni’mat dari-Nya. Namun jika terjadi sebaliknya, maka hal itu bukanlah yang aku harapkan, dan aku memohon ampunan serta rohmat kepada Alloh. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Dan penutup da’wah kami adalah mengucapkan alhamdulillahirobbil ‘alamin.

Ditulis oleh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari (1442 H)

Di Zarqo, pada tanggal 11 Rojab 1408 H / 28 Februari 1988 M.

Komentar

Tinggalkan Komentar