Cover buku Jami' Al-'Ulum wal-Hikam Jilid 1 karya Ibnu Rajab
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:3631 kali
Diunduh:984 kali

Jami' Al-'Ulum wal-Hikam Jilid 1

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:693 halaman
Penulis:Ibnu Rajab
Penerbit:QantaraLit
Penerjemah:Muhamad Abid Hadlori

Deskripsi

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan jawami' al-kalim dan mengkhususkannya dengan berbagai hikmah yang menakjubkan. Sebagaimana tercantum dalam Shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Aku diutus dengan jawami' al-kalim (ungkapan-ungkapan yang padat makna)."

Al-Zuhri rahimahullah berkata: "Jawami' al-kalim — sejauh yang kami ketahui — adalah bahwa Allah Ta'ala menghimpun baginya banyak hal yang sebelumnya ditulis dalam kitab-kitab terdahulu dalam satu atau dua perintah, dan semacamnya."

Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu anhuma, ia berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah keluar menemui kami pada suatu hari seperti orang yang hendak berpamitan, lalu bersabda: 'Aku adalah Muhammad, Nabi yang ummi.' Beliau mengucapkan itu tiga kali. 'Dan tidak ada nabi sesudahku. Aku diberi pembuka kalimat, penutupnya, dan ringkasannya...'" dan seterusnya hadits tersebut.

Abu Ya'la al-Mushili meriwayatkan dari hadits Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya aku diberi jawami' al-kalim dan penutupnya, dan kalam diringkaskan untukku dengan seringkas-ringkasnya."

Al-Daruquthni rahimahullah meriwayatkan dari hadits Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: "Aku diberi jawami' al-kalim, dan hadits diringkaskan untukku dengan seringkas-ringkasnya."

Kami juga meriwayatkan dari hadits Abd al-Rahman bin Ishaq al-Qurasyi, dari Abu Burdah, dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 'Aku diberi pembuka kalimat, penutupnya, dan ringkasannya.' Maka kami berkata: 'Wahai Rasulullah, ajarilah kami dari apa yang Allah Azza wa Jalla ajarkan kepadamu.' Maka beliau pun mengajarkan kepada kami tasyahhud."

Dalam Shahih Muslim, dari Sa'id bin Abi Burdah bin Abi Musa, dari ayahnya, dari kakeknya: bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya tentang al-bit' dan al-mizr (dua jenis minuman keras). Dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah diberi jawami' al-kalim beserta penutupnya, maka beliau bersabda: "Aku melarang setiap yang memabukkan yang menghalangi dari shalat."

Hisyam bin Ammar meriwayatkan dalam kitabnya Al-Mab'ats dengan sanadnya dari Abu Sallam al-Habsyi, ia berkata: "Aku diceritakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: 'Aku dilebihkan atas orang-orang sebelumku dengan enam hal, dan bukan karena sombong.' Di antaranya beliau menyebutkan: 'Aku diberi jawami' al-kalim, padahal Ahli Kitab biasa membacanya sepanjang malam hingga pagi, namun Allah menghimpunnya semua untukku dalam satu ayat: "Bertasbih kepada Allah segala yang ada di langit dan bumi, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Al-Hadid: 1)

Maka jawami' al-kalim yang dikhususkan bagi Nabi shallallahu alaihi wasallam terbagi menjadi dua jenis:

Pertama: yang terdapat dalam Al-Qur'an, seperti firman Allah Azza wa Jalla: "Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil, berbuat ihsan, dan memberi kepada kaum kerabat, serta melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan kezaliman." (An-Nahl: 90). Al-Hasan berkata: "Ayat ini tidak meninggalkan satu kebaikan pun kecuali memerintahkannya, dan tidak meninggalkan satu kejahatan pun kecuali melarangnya."

Kedua: yang terdapat dalam sabda-sabdanya shallallahu alaihi wasallam, dan hal itu tersebar luas di dalam sunnah-sunnah yang diriwayatkan dari beliau shallallahu alaihi wasallam.

Para ulama telah menghimpun banyak kumpulan dari sabda-sabdanya shallallahu alaihi wasallam yang bersifat menyeluruh. Hafizh Abu Bakr bin al-Sunni menyusun sebuah kitab yang ia namai: "Al-Ijaz wa Jawami' al-Kalim min al-Sunan al-Ma'tsurah". Qadhi Abu Abdillah al-Qudhoi menghimpun dari jawami' al-kalim yang ringkas sebuah kitab yang ia namakan: "Al-Syihab fi al-Hikam wa al-Adab". Sejumlah orang lain menyusun mengikuti cara yang sama dan menambahkan banyak hal atas apa yang ia sebutkan. Al-Khaththabi di awal kitabnya "Gharib al-Hadits" mengisyaratkan sebagian kecil dari hadits-hadits yang menyeluruh tersebut.

Imam Hafizh Abu Amr Ibnu al-Shalah rahimahullah mendiktekan sebuah majelis yang ia namai "Al-Ahadits al-Kulliyyah", di mana ia menghimpun hadits-hadits jawami' yang dikatakan bahwa agama berputar di atasnya, beserta kalimat-kalimat menyeluruh lainnya yang semakna dengannya. Majelisnya itu memuat dua puluh enam hadits.

Kemudian seorang fakih, imam, zahid, teladan, Abu Zakaria Yahya al-Nawawi — semoga rahmat Allah tercurah atasnya — mengambil hadits-hadits yang didiktekan Ibnu al-Shalah tersebut, lalu menambahkan hingga genap empat puluh dua hadits, dan menamakan kitabnya "Al-Arba'in". Kumpulan empat puluh hadits ini pun menjadi masyhur, banyak dihafal, dan Allah memberikan manfaat melaluinya berkat ketulusan niat si pengumpulnya dan kebaikan maksudnya, rahimahullah.

Permintaan untuk memberikan penjelasan (syarh) atas hadits-hadits tersebut terus berulang dari sekelompok penuntut ilmu dan agama, maka aku pun memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menyusun sebuah kitab yang memuat penjelasan atas makna-makna yang Allah Ta'ala mudahkan darinya, serta mencatat apa yang Allah Subhanahu bukakan berupa penjelasan kaidah-kaidah dan pondasi-pondasinya. Kepada-Nya aku memohon pertolongan atas apa yang aku niatkan, dan taufik dalam kelurusan niat dan tujuan dalam apa yang aku inginkan. Dalam seluruh urusanku aku bertumpu kepada-Nya, dan aku berlepas diri dari daya dan kekuatan kecuali hanya kepada-Nya.

Sebagian orang yang pernah mensyarah keempat puluh hadits ini telah mengkritik pengumpulnya rahimahullah karena meninggalkan hadits: "Bagikanlah warisan kepada yang berhak, dan sisanya adalah milik laki-laki yang paling dekat." Katanya: "Karena hadits itu menghimpun kaidah-kaidah ilmu faraidh yang merupakan separuh ilmu, sehingga seharusnya disebutkan dalam hadits-hadits jawami' ini, sebagaimana ia menyebutkan hadits: 'Bukti adalah kewajiban penggugat, dan sumpah adalah kewajiban yang mengingkari', karena hadits itu menghimpun hukum-hukum peradilan."

Maka aku berpandangan untuk menambahkan hadits tersebut ke dalam hadits-hadits Arba'in yang telah dikumpulkan Syaikh rahimahullah, dan menambahkan pula hadits-hadits lain dari jawami' al-kalim yang menghimpun berbagai macam ilmu dan hikmah, hingga genaplah jumlah seluruh hadits menjadi lima puluh hadits. Berikut ini adalah nama-nama hadits yang ditambahkan atas apa yang disebutkan Syaikh rahimahullah dalam kitabnya:

Hadits: "Bagikanlah warisan kepada yang berhak", hadits: "Yang haram karena persusuan sama dengan yang haram karena nasab", hadits: "Sesungguhnya Allah jika mengharamkan sesuatu, Dia mengharamkan pula harganya", hadits: "Setiap yang memabukkan adalah haram", hadits: "Tidak ada wadah yang diisi manusia lebih buruk daripada perut", hadits: "Empat hal, siapa yang memilikinya maka ia adalah munafik", hadits: "Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sesungguhnya, niscaya Dia memberi rezeki kalian sebagaimana Dia memberi rezeki burung", dan hadits: "Lidahmu senantiasa basah dengan zikir kepada Allah Azza wa Jalla."

Aku menamainya:

"Jami' al-Ulum wa al-Hikam fi Syarh Khamsina Haditsan min Jawami' al-Kalim" (Kumpulan Ilmu dan Hikmah dalam Penjelasan Lima Puluh Hadits dari Ungkapan-ungkapan yang Padat Makna)

Ketahuilah bahwa tujuanku tidak lain hanyalah mensyarah lafaz-lafaz kenabian yang terkandung dalam hadits-hadits yang menyeluruh ini. Oleh karena itu, aku tidak terikat dengan lafaz-lafaz Syaikh rahimahullah dalam menyebutkan biografi para perawi hadits-hadits ini dari kalangan sahabat radhiyallahu anhum, tidak pula dengan lafaz-lafaznya dalam menyandarkan kepada kitab-kitab yang ia rujuk. Aku hanya menyampaikan makna yang menunjukkan hal tersebut, karena aku telah memberitahumu bahwa tujuanku tidak lain hanyalah mensyarah makna-makna kalimat-kalimat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menyeluruh, beserta adab-adab, hikmah-hikmah, ilmu-ilmu, hukum-hukum, dan syariat-syariat yang terkandung di dalamnya.

Sebelum memasuki penjelasan hadits, aku akan memberikan isyarat singkat mengenai sanadnya, agar dapat diketahui kesahihan, kekuatan, dan kelemahannya. Aku juga akan menyebutkan sebagian hadits lain yang diriwayatkan semakna dengannya, jika ada selain hadits yang disebutkan Syaikh dalam bab tersebut. Dan jika tidak ada yang lain dalam bab itu, atau tidak ada yang sahih selainnya, aku akan mengingatkan hal tersebut semuanya. Allah-lah tempat memohon pertolongan, kepada-Nya aku berserah, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

Komentar

Tinggalkan Komentar