Deskripsi
Selain shalat Id, kurban, dan haji, pada hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) kita diperintahkan untuk memperbanyak dzikir kepada Allah. "Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya…" (QS. Al-Baqarah: 203)
Jangan Hanya Mengejar Dunia
Allah mengingatkan bahwa tidak semua yang mengejar dunia akan mendapatkannya — hanya siapa yang dikehendaki Allah, dan hanya sebatas yang Allah kehendaki. Adapun yang meminta kebaikan dunia dan akhirat sekaligus, serta berlindung dari azab neraka, itulah yang terpuji dan beruntung (QS. Al-Baqarah: 200-202).
Orang Bertakwa Mendapat Balasan di Dunia dan Akhirat
Keliru anggapan bahwa orang yang fokus pada akhirat tidak akan mendapat kebaikan di dunia. Allah justru menegaskan dua balasan sekaligus dalam 4 ayat Al-Qur'an:
1. Amal shalih → kehidupan yang baik di dunia + pahala di akhirat (QS. An-Nahl: 97)
2. Hijrah karena Allah → tempat yang baik di dunia + pahala akhirat lebih besar (QS. An-Nahl: 41)
3. Istighfar dan taubat → kenikmatan dunia + karunia bagi yang berbuat baik (QS. Hud: 3)
4. Bertakwa → kebaikan di dunia + pahala tanpa batas (QS. Az-Zumar: 10)
Surga Dunia Sebelum Surga Akhirat
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: "Menghadap kepada Allah, ridha dengan-Nya, hati penuh kecintaan kepada-Nya, dan senang mengenal-Nya — itulah balasan yang disegerakan di dunia, kehidupan yang tidak bisa dibandingkan dengan kehidupan para raja sekalipun."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Di dunia ada surga. Barangsiapa belum memasukinya, ia tidak akan masuk surga akhirat."
Dzikir: Kunci Mencintai Ibadah dan Syariat
Seorang sahabat mengadu kepada Nabi ﷺ bahwa syariat Islam terasa berat. Nabi ﷺ menjawab dengan satu kunci: "Senantiasa lisanmu basah karena banyak berdzikir kepada Allah." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi)
Ibnu Qayyim menjelaskan: siapa yang menjadikan dzikir sebagai syiarnya, ia akan mencintai Allah dan mencintai seluruh syariat-Nya, sehingga tidak ada yang lebih ia cintai daripada mendekatkan diri kepada Allah.
Penutup
Manfaatkan hari-hari Tasyrik ini untuk memperbanyak dzikir — takbir dan dzikir lainnya. Dzikir harian juga bisa diamalkan dari bangun tidur hingga tidur kembali: dzikir pagi-petang, dzikir masuk-keluar masjid, dzikir setelah shalat, dan seterusnya. Kecukupan yang sempurna dari Allah senantiasa menyertai ibadah yang sempurna dari hamba.