Deskripsi
Hari Iduladha adalah hari paling agung di sisi Allah — Yaumun Nahr, hari penyembelihan dan haji akbar. Allah mensyariatkan ibadah kurban bagi kita sebagai bentuk keikutsertaan dalam syiar agung ini, meneladani dua kekasih Allah: Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad ﷺ.
Kisah Agung Ibrahim dan Ismail
Setelah lama tidak memiliki keturunan, di usia senja Allah menganugerahkan Ibrahim seorang putra yang dipuji Allah sebagai ghulāmun halīm (anak yang penyantun). Namun melalui mimpi — yang bagi para nabi adalah wahyu — Ibrahim diperintahkan menyembelih sang anak.
Luar biasanya, keduanya tunduk tanpa ragu. Ibrahim membaringkan Ismail dengan wajah ke tanah agar lebih ringan hatinya. Ismail pun berkata penuh adab: "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar." (QS. Aṣ-Ṣāffāt: 102)
Saat pisau diayunkan, Allah memanggil dari langit: "Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu," lalu Allah menebus Ismail dengan seekor kambing kibas dari surga. Sejak itulah ibadah kurban disyariatkan.
Kedudukan Ibadah Kurban
Ibnu Taimiyah menyebut kurban sebagai ibadah harta yang paling agung, sebagaimana shalat adalah ibadah fisik yang paling agung — keduanya disebutkan bersama dalam firman Allah: "Dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah."
Yang sampai kepada Allah bukan daging atau darahnya, melainkan ketakwaan pelakunya (QS. Al-Ḥajj: 37). Para ulama berijmak bahwa berkurban lebih utama daripada bersedekah senilai harganya.
Catatan Penting
Kurban hukumnya sunnah muakkadah. Disunnahkan menyembelih di rumah sendiri, memakan sebagian dagingnya, dan membagikan kepada fakir miskin. Mewakilkan seluruh kurban ke luar negeri hingga rumah kosong dari syiar kurban adalah menyelisihi sunnah.
Syarat hewan kurban: cukup umur (unta 5 tahun, sapi 2 tahun, kambing 1 tahun, domba 6 bulan), bebas dari cacat nyata (buta, sakit, pincang, sangat kurus). Unta dan sapi boleh patungan 7 orang; kambing tidak boleh patungan namun pahalanya boleh diniatkan untuk orang lain.
Diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dari khotbah iduladha Syekh Dr. Sa'ad bin Turki al-Khatslan tahun 1441 H dari tautan: https://saadalkhathlan.com/speeches/273