Cover buku 10 Prinsip Dalam Menuntut Ilmu karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:550 kali
Diunduh:200 kali

10 Prinsip Dalam Menuntut Ilmu

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:75 halaman
Layout & Design:Abu Alifah

Deskripsi

Menuntut ilmu adalah ibadah yang mulia, bahkan merupakan bagian dari jihad yang utama. Allah ﷻ berfirman:

﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ جَٰهِدِ ٱلۡكُفَّارَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱغۡلُظۡ عَلَيۡهِمۡ ﴾

"Wahai Nabi! Berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka." (QS. at-Taubah: 73)

Jihad melawan orang-orang kafir adalah dengan pedang (perang). Sedangkan jihad melawan orang-orang munafik adalah dengan ilmu dan hujjah (argumentasi) yang dibangun di atas Al-Qur'an dan Sunnah Nabi.

Imam Ibnu Qayyim رَحِمَهُ اللَّهُ mengatakan: "Tegaknya agama itu dengan ilmu dan jihad. Oleh karena itu, jihad ada dua macam:

Pertama: Jihad dengan tangan dan lisan. Jihad jenis ini banyak yang mampu berpartisipasi.

Kedua: Jihad dengan hujjah dan ilmu. Jihad jenis ini adalah khusus, karena hanya orang-orang yang berilmu saja yang mampu melakukannya. Jihad model ini merupakan jihad yang paling utama karena besarnya manfaat, kerasnya tantangan dan banyaknya musuh. Allah ﷻ berfirman:

﴿ فَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَجَٰهِدۡهُم بِهِۦ جِهَادٗا كَبِيرٗا ﴿٥٢﴾ ﴾

"Maka, janganlah engkau taati orang-orang kafir dan berjihadlah menghadapi mereka dengannya (Al-Qur'an) dengan (semangat) jihad yang besar." (QS. Al-Furqan: 52)

Dan sudah dimaklumi bahwa jihad terhadap orang munafik adalah dengan hujjah dan Al-Qur'an.¹

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin رَحِمَهُ اللَّهُ berkata: "Engkau menyebarkan ilmu berarti engkau menyebarkan agama Allah sehingga engkau termasuk golongan mujahidin di jalan Allah, sebab engkau membuka hati manusia dengan ilmu sebagaimana para mujahidin membuka negeri dengan senjata dan keimanan".²

Dari sinilah dapat dipahami bahwa kebutuhan sangat mendesak terhadap adanya para penuntut ilmu yang benar-benar kokoh dalam ilmu yang akan berjihad membela agama Islam, Tauhid, Al-Qur'an, sunnah Nabi, dan seterusnya. Terlebih di zaman kita sekarang, menuntut ilmu lebih ditekankan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin رَحِمَهُ اللَّهُ menyebutkan tiga alasan atas hal ini, yaitu:

  1. Munculnya berbagai kesyirikan, kebid'ahan dan kesesatan.

  2. Munculnya Ruwaibidhah; orang-orang yang berfatwa tanpa ilmu. Orang-orang yang berlagak seperti ulama padahal mereka adalah orang-orang bodoh, yang sesat lagi menyesatkan.

  3. Banyaknya orang-orang yang mendebat dan meragukan masalah-masalah yang sudah final dan sangat jelas dalam agama.³

Oleh karena itu, dalam buku kecil ini kita akan membahas kunci dan prinsip dalam belajar dan menggapai ilmu. Semoga bermanfaat.⁴


Catatan kaki:

¹ Miftah Daar Sa'adah karya Ibnu Qayyim 1/70.

² Syarh Du'ai Qunutil Witir hlm. 12.

³ Lihat Kitabul Al Ilmi hlm. 23.

⁴ Asli buku ini adalah kajian penulis di Masjid Manarul Ilmi, Purbalingga, kemudian ditranskip oleh akh Zahir Abu Zaid -jazahullahu khairan-, lalu kami koreksi dan tambahi lagi.

Komentar

Tinggalkan Komentar