Cover buku Pembeda Antara Wali Alloh dan Wali Syaithon karya Nor Kandir
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:387 kali
Diunduh:135 kali

Pembeda Antara Wali Alloh dan Wali Syaithon

Kategori:
Tahun Terbit:2026
Jumlah Halaman:134 halaman
Penulis:Nor Kandir

Deskripsi

Alloh ﷻ mengutus Muhammad ﷺ menjelang tibanya hari Qiyamah sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, serta penyeru kepada Alloh dengan izin-Nya dan sebagai pelita yang menerangi. Melalui perantara beliau, Alloh memberi petunjuk dari kesesatan, memberikan penglihatan dari kebutaan, dan memberikan arahan dari penyimpangan. Alloh ﷺ membuka mata yang buta, telinga yang tuli, dan hati yang tertutup. Dengan risalah beliau pula, Alloh membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara petunjuk dan kesesatan, antara jalan yang lurus dan penyimpangan. Beliau ﷺ menjadi pembeda antara orang-orang Mu’min dan orang-orang kafir, antara penduduk Jannah yang berbahagia dan penduduk Naar yang celaka, serta menjadi pembeda antara para Wali Alloh dan para musuh Alloh.

Barangsiapa yang dipersaksikan oleh Muhammad ﷺ bahwa ia termasuk Wali Alloh, maka ia adalah Wali Ar-Rohman. Sebaliknya, barangsiapa yang dipersaksikan oleh beliau sebagai musuh Alloh, maka ia adalah musuh Alloh dan termasuk wali syaithon. Alloh ﷻ telah menjelaskan dalam Kitab-Nya dan Sunnah Rosul-Nya ﷺ bahwa di antara manusia terdapat para Wali Alloh dan para wali syaithon. Perbedaan di antara keduanya sangatlah nyata, dan sebagai Muslim, kita diwajibkan untuk memahami batasan yang memisahkan antara kemuliaan Wali Ar-Rohman dan kehinaan wali syaithon.

Buku ini hadir untuk mengupas tuntas hakikat kewalian tersebut agar tidak terjadi kerancuan di tengah umat. Seringkali manusia terjebak dalam fenomena-fenomena luar biasa (khoriqul ‘adah) dan menganggapnya sebagai karomah, padahal bisa jadi itu adalah tipu daya syaithon. Oleh karena itu, standar utama dalam menilai kewalian seseorang bukanlah keajaiban yang ditunjukkannya, melainkan sejauh mana ketaatannya terhadap Al-Qur’an dan Sunnah.

Derajat kewalian itu bertingkat-tingkat sesuai dengan kadar Iman dan Taqwa seseorang. Ada yang mencapai derajat As-Sabiqun Al-Muqorrobun (orang-orang terdahulu yang didekatkan kepada Alloh) dan ada pula yang berada pada tingkatan Al-Muqtashidun (orang-orang yang bersikap pertengahan). Dengan memahami prinsip-prinsip ini, seorang Muslim akan terlindungi dari kesesatan kaum Mulaahidah (orang-orang atheis/menyimpang) yang mengklaim kewalian namun justru menghalalkan yang harom dan meninggalkan syariat Nabi Muhammad ﷺ.

Komentar

Tinggalkan Komentar