Cover buku Perisai Penghalau Kebinasaan Akibat Kesyirikan karya Muhtar Arifin
Diupload Oleh:MS
Tanggal Upload:
Dilihat:246 kali
Diunduh:57 kali

Perisai Penghalau Kebinasaan Akibat Kesyirikan

Kategori:
Tahun Terbit:2025
Jumlah Halaman:67 halaman
Editor:Akhmad Taufik Arizal
Desain Cover:Faisal Muchtar

Deskripsi

Tauhidullah (mengesakan Allah ta'ala) adalah nikmat teragung yang dikaruniakan Allah ta'ala kepada para hamba-Nya. Nikmat ini tidak diberikan kepada semua orang, tetapi hanya untuk orang-orang yang terpilih saja. Allah ta'ala berfirman dalam surah An-Nur ayat 46,

لَقَدْ أَنزَلْنَا آيَاتٍ مُبَيِّنَاتٍ وَاللَّهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

"Sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang memberi penjelasan. Dan Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus".

Ibnul Habbal Al-Ba'li (w. 744 H) -Rahimahullah- berkata dalam An-Nashihatul Mukhtashshah,

ومن المعلوم أن التوحيد أعظم المقامات والشرك – بلا شك أعظم المهلكات.

"Telah diketahui bersama bahwa tauhid adalah kedudukan yang paling tinggi, sedangkan kesyirikan – tanpa keraguan – adalah perkara terbesar yang membinasakan". ¹

Meskipun seseorang sudah mendapatkan taufiq untuk bertauhid, namun tidak ada jaminan orang tersebut akan selamat dari kesyirikan sepanjang hayat. Oleh karena itu, setiap muslim sangat butuh doa agar dilindungi dari kesyirikan.

Dalam risalah sederhana ini, penulis menjelaskan tentang lafal-lafal doa untuk berlindung dari kesyirikan untuk para pemula dari kalangan penuntut ilmu. Penulis menyebutkan lafalnya, maknanya, penjelasan para ulama tentang doa tersebut dan urgensinya. Akhirnya, naskah ini diberikan judul "Perisai Penghalau Kebinasaan Akibat Kesyirikan".

Dalam muqaddimah Rasysyul Barad disebutkan,

فإن جهد ابن آدم مهما صفا، لا يخلوا من الكدر، وسعيه مهما بلغ في الدقة والفحص لا بد فيه من الأخطاء والنقص

"Sesungguhnya usaha manusia meskipun jernih, tetap ia tidak lepas dari kekeruhan. Meskipun upayanya sudah diteliti dan diperiksa, pasti masih terdapat kekeliruan dan kekurangan". ²

Oleh karena itu, penulis menyadari bahwa naskah ini masih jauh dari kata sempurna. Dengan demikian, sangat mengharapkan saran dan masukan dari para pembaca sekalian. Jazakumullah khaira.

Penulis menghaturkan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan kebaikannya dalam bentuk apa pun sehingga naskah ini selesai ditulis. Semoga naskah yang sederhana ini bermanfaat bagi orang yang telah menulisnya, membacanya, melihatnya, dan menyebarkannya. Amin.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi termulia Muhammad –Shallallahu 'alaihi wasallam-, kepada keluarga beliau, para sahabat dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Amin.

Magelang, 14 Dzulqa'dah 1446 H / 13 Mei 2025 M

Yang sangat membutuhkan ampunan Allah ta'ala Muhtar Arifin


Catatan kaki:

¹ Ibnul Habbal Al-Ba'li, 1412 H/1991 M, An-Nashihatul Mukhtashshah, Kairo: Darul Aqsha, hlm. 28.

² Muhammad Luqman As-Salafi, 1427 H, Rasysyul Barad Syarah Al-Adabil Mufrad, Riyadh: Darud Da'I, hlm. 12.

Komentar

Tinggalkan Komentar