Deskripsi
Penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh sebuah kenyataan pahit yang menimpa umat Islam, di mana sebuah kelompok telah sekian lama menggunakan nama besar keluarga Nabi ﷺ untuk menanamkan kebencian dan perpecahan. Kelompok tersebut adalah Syiah, yang saat ini berpusat di Iran, yang mengklaim diri mereka sebagai pembela paling setia bagi Ahlul Bait.
Tipu daya ini telah berjalan selama berabad-abad, di mana mereka berusaha meyakinkan manusia bahwa mereka adalah golongan yang paling dekat dengan kebenaran karena berpegang teguh pada wasiat-wasiat keturunan Nabi ﷺ. Namun, penelusuran sejarah dan penelaahan terhadap kitab-kitab rujukan mereka sendiri justru mengungkap fakta yang sangat mengejutkan. Alih-alih mengikuti jalan hidup para Imam dari keluarga Nabi ﷺ, Syiah Iran justru membangun pondasi keyakinan mereka di atas penentangan terhadap ajaran asli para Imam tersebut.
Buku ini disusun sebagai bentuk amanah ilmiyyah untuk menyingkap tabir gelap yang menyelimuti klaim-klaim mereka. Dengan merujuk langsung pada sumber-sumber otentik dari kitab-kitab Syiah sendiri, kita akan melihat bagaimana para Imam Ahlul Bait seperti Ali bin Abi Tholib (40 H), Muhammad Al-Baqir (114 H), dan Ja’far Ash-Shodiq (148 H) justru memberikan pujian dan pembelaan kepada para Shohabat Nabi ﷺ yang senantiasa dicaci maki oleh pengikut Syiah hari ini.
Melalui tulisan ini, diharapkan para pembaca yang selama ini terperdaya oleh slogan kecintaan kepada Ahlul Bait dapat melihat perbedaan yang sangat mencolok antara cinta yang hakiki dengan cinta palsu yang digunakan sebagai alat politik dan penyebaran ajaran sesat. Inilah upaya untuk mengembalikan kemuliaan Ahlul Bait yang sebenarnya, yang senantiasa sejalan dengan Al-Qur’an dan Sunnah, serta bersatu padu dengan para Shohabat dalam membela Islam.