Deskripsi
Kisah Musa dan Khidhir
Bagian 1
Kisah Musa dan Khidir
Faedah dan Pelajaran dari Kisah Musa dan Khidir
Apakah Khidir Seorang Wali atau Nabi?
Khidir Tidak Lebih Berilmu dari Musa Alaihis Salam
Penggunaan Hadits "Barangsiapa Beriman kepada Allah dan Hari Akhir, Janganlah Shalat Ashar Kecuali di Bani Quraizhah" sebagai Dalil Bolehnya Mencukur Jenggot
Bagian 2
Apakah Khidir Masih Hidup atau Sudah Wafat?
Dalil-Dalil Pendapat yang Mengatakan Khidir Masih Hidup
Pentingnya Membuktikan Bahwa Khidir Telah Wafat
Dalil-Dalil Bahwa Khidir Telah Wafat
Hujah Terkuat Pendapat yang Mengatakan Khidir Masih Hidup
Batalnya Klaim Ijmak bahwa Khidir Masih Hidup
Sanggahan terhadap Kepedulian pada Masalah Kematian dan Kehidupan Khidir beserta Jawabannya
Setan yang Menampakkan Diri dalam Wujud Khidir
Ijmak (Konsensus Ulama) tentang Wafatnya Al-Khidir
Dalil Akal tentang Wafatnya Al-Khidir
Dalil-dalil dari As-Sunnah tentang Wafatnya Al-Khidir
Dalil-dalil dari Al-Qur'an tentang Wafatnya Al-Khidir
Bagian 3
Pertemuan Musa dengan Khidir 'alaihimassalam
Perbedaan Pendapat: Apakah Khidir Seorang Nabi, Wali, atau Malaikat?
Perbedaan Pendapat: Apakah Khidir Masih Hidup atau Sudah Wafat?
Dalil-Dalil Bahwa Khidir Telah Wafat
Dalil dari Al-Qur'an tentang Wafatnya Khidir
Dalil dari Sunnah tentang Wafatnya Khidir
Bantahan Terhadap Mereka yang Berpendapat Khidir Masih Hidup dan Jawabannya
Ilmu Laduni antara Dua Kelompok
Ilmu Laduni Menurut Ahlus Sunnah
Ilmu Laduni Menurut Kaum Sufi
Penyamaran Setan dalam Wujud Khidir
Setan Tidak Bisa Menjelma dalam Wujud Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
Mimpi Tidak Menghasilkan Ilmu
Bagian 4
Ilmu Batin dan Zahir
Kecerdasan dan Ilham Bukanlah Ilmu Batin
Ilmu yang Disembunyikan Abu Hurairah Bukanlah Sesuatu yang Dibutuhkan
Keharusan Adanya Kaitan antara Batin dan Lahir Suatu Kalimat
Ilmu Batin Menurut Kaum Bathiniyah dan Dalil Mereka
Berbicara kepada Manusia Sesuai Kadar Pemahaman Mereka adalah Perkara Syar'i dan Bukan Dalil bagi Kaum Bathiniyah
Hubungan Batin dengan Lahir dari Sisi Muamalah
Bagian 5
Pertemuan Musa dengan Khidir dan Adab Penuntut Ilmu
Tidak Ada Cela bagi Yang Lebih Berilmu Bertanya kepada Yang Lebih Rendah
Di Antara Adab Penuntut Ilmu: Berlemah Lembut kepada Ulama
Adab Musa kepada Khidir
Penyakit Umat Islam: Tidak Mengenal Hak Para Ulama Mereka
Gambaran Tentang Tidak Beradabnya Murid Terhadap Gurunya
Gambaran Tentang Adab Ulama Salaf Terhadap Guru-Guru Mereka
Perbuatan Khidir yang Tampak Bertentangan dengan Akal dan Syariat
Ambisi dan Harapan Manusia Lebih Besar dari Usianya
Kewajiban Mendahulukan Kehendak Allah Sebelum Beramal
Menghormati Ulama dengan Tidak Membantahnya
Contoh-Contoh Bantahan Murid kepada Gurunya dengan Tetap Menjaga Sopan Santun
Berpura-pura Tidak Tahu pada Tempatnya Adalah Hal yang Dibutuhkan
Sopan Santun kepada Para Guru Tidak Bertentangan dengan Membantah Mereka, Berbeda dengan Kaum Sufi
Bagian 6
Biografi Imam Bukhari
Kewajiban Orang Tua dalam Memperbaiki Rumah Tangganya
Kapan Seseorang Benar-Benar Menjadi Ayah bagi Anaknya?
Sebab-sebab Terjadinya Kesulitan pada Umat
Membaca Biografi Para Ulama sebagai Salah Satu Sebab Lahirnya Generasi Serupa
Bagian 7
Sikap Khidir terhadap Penduduk Kampung
Khidir Membangun Tembok
Bolehnya Mendoakan Rahmat bagi Orang yang Masih Hidup
Mempermalukan Tamu Bisa Mendatangkan Hukuman bagi Tuan Rumah
Adab Menjamu Tamu
Hukum Menyambut Tamu
Musa dan Khidir Meminta Makan kepada Penduduk Desa
Kuatnya Pegangan Para Sahabat pada Perintah Syariat
Hukum Meminta kepada Orang Lain
Bagian 8
Akhir Kisah Musa bersama Khidir
Keindahan Sastra Al-Qur'an
Barangsiapa Jujur kepada Allah, Allah pun Membalasnya dengan Kejujuran
Semua Takdir Ada di Tangan Allah
Pergolakan Kehidupan terhadap Manusia
Kebaikan Orang Tua adalah Keamanan bagi Keturunan
Jaminan Allah bagi Hamba yang Beriman
Dianjurkannya Mencatat Utang
Sumpah Sesuai Niat Pihak yang Meminta
Hukuman Al-Khidir kepada Penduduk Kampung dengan Membangun Dinding
Tanya Jawab
Hukum Memelihara Jenggot Meskipun Ditentang Orang Tua
Sekilas tentang Penelitian (Tahqiq) Kitab-Kitab Klasik
Kitab Al-Muwafaqat dan Al-I'tisham karya Imam Al-Syathibi
Wasiat Palsu yang Dikaitkan dengan Syekh Ahmad